Berita Viral
KRONOLOGI Pasutri ASN Terlibat Penipuan Umrah, Yeni dan Jajat Kabur Usai Gagal Berangkatkan Jamaah
Kini keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lubuklinggau dalam dugaan kasus penipuan jemaah umrah di Kota Lubuklinggau.
TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah kronologi pasangan suami istri (pasutri) yang diduga terlibat penipuan umrah.
Keduanya yang diketahui berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) kabur usai gagal berangkatkan jamaah ke tanah suci.
Sang Istri Yeni alias YN merupakan ASN pada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).
Baca juga: Pria Pengangguran Bongkar Gedung Dapur SPPG, Bawa Lari 40 Lembar Seng dan Ponsel
Sementara suaminya Jajat alias JA yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sobirin.
Yeni dan Jajat merupakan owner Ummi Travel di Lubuklinggau.
Yeni dan Jajat ditangkap oleh Unit Pidana Khusus dan Macan Linggau, Polres Lubuklinggau di Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (14/4/2026) malam.
Keduanya ditangkap dalam kasus penipuan jemaah umrah, yang mengakibatkan beberapa jemaah gagal berangkat.
Baca juga: Universitas MTU Raih Penghargaan Pelaporan Kerja sama Terbaik Tahun 2025 LLDikti Wilayah I
Kini keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lubuklinggau dalam dugaan kasus penipuan jemaah umrah di Kota Lubuklinggau.
Hasil penyidikan pihak kepolisian, selama di pelarian kedua tersangka sempat membuka usaha jualan makanan.
"Di sana (Tangerang) mereka itu mulai buka usaha jualan makanan," kata Kanit Pidsus Sat Reskrim Polres Lubuklinggau, Ipda M. Dodi Rislan.
Persembunyian keduanya terendus setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan pengejaran kepada kedua tersangka setelah dilaporkan para jemaah beberapa waktu lalu.
"Penangkapan dilakukan setelah 10 hari pengintaian dengan cara berpindah-pindah mulai dari Palembang, Jakarta, dan terakhir diketahui berada di Tangerang," ungkapnya.
Dodi menyampaikan ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagai tersangka, kini keduanya dilakukan penahanan 20 hari ke depan sembari proses lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan keduanya mengaku telah melakukan penyimpangan dana perjalanan umrah dari para jemaah, uang jemaah kemarin ternyata digunakan untuk perjalanan jemaah sebelumnya.
"Alasannya kabur karena tak mampu memberangkatkan lagi jemaah, karena uangnya sudah habis jadi sistemnya gali lubang tutup lubang," ujarnya.
Baca juga: Universitas MTU Raih Penghargaan Pelaporan Kerja sama Terbaik Tahun 2025 LLDikti Wilayah I
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KRONOLOGI-Pasutri-ASN-Terlibat-Penipuan-Umrah-Yeni-dan-Jajat-Kabur-Usai-Gagal-Berangkatkan-Jamaah.jpg)