Berita Viral

Iran Akuisisi Satelit Mata-mata Buatan China, Berhasil Hancurkan Pusat Komunikasi Satelit Israel

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan telah menghancurkan pusat komunikasi satelit Ha'ela Israel di selatan Tel Aviv, Senin (9/3/2026).

Editor: AbdiTumanggor
HO / TRIBUN
Ilustrasi satelit di ruang angkasa. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan pusat komunikasi satelit Ha'ela Israel di selatan Tel Aviv, pada Senin (9/3/2026) lalu.

Serangan ini disebut sebagai pukulan telak bagi koordinasi kekuatan udara Israel.

Dikutip dari Tasnim, operasional khusus IRGC kini mengandalkan drone bunuh diri jenis Shahed yang berhasil menghantam sejumlah fasilitas vital Israel di antaranya pusat komunikasi satelit Ha'ela hingga hancur.

Fasilitas Ha'ela diketahui berfungsi sebagai infrastruktur komunikasi krusial bagi jaringan kendali satelit jet tempur Israel.

Diam-diam Akuisisi Satelit Mata-mata Butatan China

Sebelumnya, pihak Iran dikabarkan secara rahasia mengakuisisi satelit mata-mata buatan China untuk memperkuat kemampuan militernya.

Satelit tersebut diduga digunakan untuk memantau dan menargetkan berbagai pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Timur Tengah selama konflik.

Laporan ini pertama kali diungkapkan oleh Financial Times pada Rabu (15/4/2026), berdasarkan dokumen militer Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dibocorkan. 

Satelit yang diketahui bernama TEE-01B tersebut diproduksi dan diluncurkan oleh perusahaan asal China, Earth Eye Co, pada akhir 2024, sebagaimana dilansir Reuters.

Berdasarkan analisis orbital, citra satelit, dan daftar koordinat dengan penanda waktu yang ditemukan dalam dokumen tersebut, para komandan militer Iran mengarahkan satelit TEE-01B untuk memantau situs-situs militer utama milik AS dan Israel.

Financial Times melaporkan bahwa sejumlah gambar diambil pada bulan Maret, tepat sebelum dan sesudah serangan drone serta rudal menghantam lokasi-lokasi vital AS dan Israel tersebut. 

Sejumlah pangkalan militer penting menjadi target pemantauan intensif oleh Iran melalui satelit ini.

Salah satunya adalah Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi, yang tertangkap kamera satelit pada tanggal 13, 14, dan 15 Maret.

Selain pangkalan di Arab Saudi, satelit TEE-01B juga memantau beberapa lokasi strategis lainnya pada saat IRGC mengklaim serangan di wilayah-wilayah tersebut. 

Di antaranya adalah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, lokasi di dekat pangkalan angkatan laut Armada Kelima AS di Manama, Bahrain, serta Bandara Erbil di Irak.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved