Berita Viral
Sosok Anggota DPRD Ngamuk Aniaya Wanita Sampai Babak Belur di Tempat Karaoke Bandungan
Sosok oknum anggota DPRD ngamuk dan aniaya seorang wanita di tempat karaoke di Bandungan
TRIBUN-MEDAN.COM - Sosok oknum anggota DPRD ngamuk dan aniaya seorang wanita di tempat karaoke di Bandungan, Semarang.
Oknum anggota DPRD yang ngamuk aniaya wanita sampai babak belur di tempat karaoke itu disebut dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Adapun penganiayaan itu terjadi di sebuah tempat karaoke di Bandungan, Kabupaten Semarang.
Kejadian tersebut diketahui melalui video pernyataan kuasa hukum korban, yang diunggah di akun Tiktok @liongred.
Dalam video berdurasi 1 menit 51 detik tersebut, kuasa hukum menyampaikan dirinya bersama kliennya, mendatangi Polres Kabupaten Semarang, pada Senin (13/4/2026).
Mereka datang untuk mengadukan dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dikutip Tribun-Medan.com, informasi yang diterima Tribun Jateng, pemukulan terjadi, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 05.00-06.00.
Terduga pelaku disebut-sebut merupakan anggota DPRD dari sebuah kabupaten di Jawa Tengah.
Kejadian tersebut bermula pada saat korban dan terduga pelaku bersama-sama mendatangi tempat karaoke di Bandungan.
Baca juga: Ketika Kepala BGN Dadan Sebut Purbaya Tahu Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG: Disetujui
Setelah mabuk, laki-laki anggota DPRD itu menganiaya korban secara berulang-ulang hingga korban mengalami luka di sekujur tubuh.
Korban luka-luka pada lengan, paha, punggung, dan muka.
Bahkan, tulang hidung korban bergeser ke kanan.
"Atas kejadian tersebut, kami mengadukan hal ini ke Polres Kabupaten Semarang,” kata kuasa hukum korban dalam video tersebut.
“Kami minta kepada Ibu Kapolres beserta Bapak Kasat Reskrim untuk segera menangkap dan melakukan tindakan seadil-adilnya,
menegakkan hukum setinggi-tingginya di saat negara sedang dalam proses perbaikan, kemajuan, dan karakter kinerja anggota Dewan, tapi saat ini telah dicederai hal tersebut oleh salah satu oknum anggota Dewan,” lanjut video tersebut.
Baca juga: Menteri Keuangan Terbang ke Amerika, Purbaya Yakinkan AS agar Mau Investasi di Indonesia
“Kami mohon segera dilakukan penangkapan (terhadap pelaku—Red)," tandasnya.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menyampaikan, hingga saat ini belum ada pengaduan yang diterima polisi berkait dengan dugaan pemukulan oleh anggota DPRD.
"Mohon maaf, belum ada aduan, jadi kami belum dapat memberikan keterangan," kata Bodia, melalui pesan singkat.
Bodia mengatakan, korban dan kuasa hukumnya memang telah menyampaikan rencana melapor ke polisi, tetapi belum terealisasi.
"Semalam (Senin malam—Red) tidak jadi (laporan). Mau buat lapor hari ini (Selasa kemarin--Red," ucapnya.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Semarang, Zaenudin mengaku, baru mengetahui informasi tentang anggota DPRD menganiaya seorang wanita di Bandungan dari video yang beredar.
Setelah melakukan konfirmasi internal, ia menyebut, oknum yang dimaksud bukan dari anggota DPRD Kabupaten Semarang.
Oknum diduga merupakan anggota DPRD dari kabupaten lain.
"Saya baru lihat, kemudian coba konfirmasi ke teman-teman.
Informasinya itu oknum anggota DPRD dari kabupaten lain, hanya tempat kejadiannya di Kabupaten Semarang," jelasnya.
Baca juga: Viral Napi Korupsi Tambang Terciduk Makan dan Nyantai di Ruangan VVIP Coffee Shop
Terkait apakah oknum tersebut dari PPP, Zaenudin menyebut, belum dapat memastikan.
Yang jelas, kata Zaenudin, pihaknya tidak membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
Ia menyatakan, perbuatan tersebut merupakan tindak pidana yang tidak dapat ditoleransi.
"Tentunya, kami selaku DPRD dari PPP tidak melakukan hal-hal seperti itu. Bagaimanapun itu tindak pidana. Tidak boleh. Alhamdulillah, Kabupaten Semarang selama ini nggak ada apa-apa," tuturnya
(*TRIBUN-MEDAN.COM)
Sumber Tribun Jateng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-guru-ilustrasi-penganiayaan.jpg)