Berita Internasional

Padahal AS Sudah Lakukan Blokade Terhadap Selat Hormuz, Kapal Tanker China Masih Bisa Melintas

Ini merupakan pelayaran perdana yang terdeteksi sejak militer AS resmi memberlakukan blokade maritim terhadap Iran.

TRIBUN MEDAN/X @ChinaNow24
Pemerintah China mengklaim menjadi satu-satunya negara yang kapal-kapalnya diizinkan Iran untuk melewati Selat Hormuz yang ditutup Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sejak 28 Februari 2026. Hal itu sebagai ungkapan terima kasih atas sikap mendukung Beijing terhadap Teheran selama perang. cuit akun X @ChinaNow24,Rabu (4/3/2026). 

Beberapa ekspor utama yang dikirim melalui pelabuhannya meliputi petrokimia, plastik, dan produk pertanian yang terutama diekspor ke negara-negara seperti China dan India.

Sementara impor utama meliputi mesin industri, elektronik, dan makanan, sebagian besar berasal dari China, Uni Emirat Arab, dan Turki.

Teheran sebenarnya sudah memiliki jalur perdagangan alternatif yang digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada selat, seperti Selat Hormuz dari Teluk dan Selat Malaka di Asia Tenggara.

Terutama untuk menjalin akses dengan mitra dagang utamanya, yakni China.

Kedua negara telah mengembangkan jalur kereta api.

Dengan menggunakan jalur kereta api yang sudah ada di negara-negara Asia Tengah seperti Kazakhstan, Uzbekistan, dan Turkmenistan, kereta dapat membawa barang dagangan dari China ke Iran.

Menurut laporan dari lembaga konsultan geopolitik SpecialEurasia, jalur kereta api China-Iran membantu mengurangi risiko pencegahan angkatan laut oleh pasukan Barat yang menghambat perdagangan Iran.

“Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa pengangkutan hidrokarbon melalui kereta api melibatkan tantangan logistik yang cukup besar,” tambah laporan tersebut.

Selain itu, saat ini tidak ada bukti kredibel bahwa minyak telah diangkut melalui kereta api dari Iran ke China.

Tanker China Berhasil Melintasi Selat Hormuz

Sebuah kapal tanker milik perusahaan China yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat (AS), dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz pada Selasa (14/4/2026).

Ini merupakan pelayaran perdana yang terdeteksi sejak militer AS resmi memberlakukan blokade maritim terhadap Iran.

Kapal pengangkut minyak dan bahan kimia tersebut diketahui milik Shanghai Xuanrun Shipping.

Dikutip dari Anadolu, data MarineTraffic menunjukkan, kapal itu terpantau melintasi selat pada Selasa pagi setelah sempat mengitari area di luar jalur air tersebut sepanjang Senin (13/4/2026) malam.

Berangkat dari UEA menuju China Kapal tanker tersebut memulai perjalanannya dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA) dan saat ini sedang menuju tujuannya di China.  

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved