Berita Viral
Kronologi Warga Cianjur Dipukul Dua Pegawai Dapur MBG Saat Nanya Menu, Satgas: Mungkin Sedang Lelah
viral seorang warga Cianjur yang mengaku menjadi korban pemukulan pegawai dapur MBG saat mendatagi ke dapur dan bertanya soal menu dan harga
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah kronologi warga Cianjur mengaku dipukul pegawai dapur MBG.
Baru-baru ini viral pengakuan seorang warga Cianjur yang mengaku menjadi korban pemukulan pegawai dapur MBG.
Warga Cianjur itu mengaku dipukul dua orang pegawai dapur MBG saat mendatangi dapur MBG di Pasirkuda.
Peristiwa tersebut direkam oleh korban dan videonya kini beredar luas di media sosial hingga menjadi viral.
Dalam video berdurasi 47 detik, terlihat seorang pria memprotes tindakan pegawai dapur MBG yang diduga memukulnya.
“Saya masuk baik-baik, tapi dipukuli sama dua orang.
Posisi Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur,” ujar pria tersebut dalam rekaman.
Sejumlah orang tampak berupaya menenangkan korban, namun ia tetap berbicara sambil merekam ke arah dapur MBG.
Di akhir video, seorang perempuan yang mengaku sebagai istri korban turut menuntut pertanggungjawaban.
“Saya tidak terima atas apa yang telah dilakukan kepada suami saya. Kalian harus bertanggung jawab,” ucapnya.
Baca juga: Viral Napi Korupsi Tambang Terciduk Makan dan Nyantai di Ruangan VVIP Coffee Shop
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Cianjur, Arif Purnawan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan, namun belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kejadian.
“Besok kami bersama Korwil SPPG Cianjur dan camat akan ke lokasi untuk mencari kebenaran informasi,” ujar Arif saat dihubungi, Selasa (14/4/2026) malam.
Berdasarkan informasi awal, insiden tersebut diduga dipicu miskomunikasi yang berujung cekcok antara korban dan petugas dapur.
“Informasinya yang bersangkutan mengeluarkan bahasa yang kurang enak,
masuk ke dapur, pegawai mungkin sedang lelah, lalu terjadi cekcok dan yang bersangkutan ditarik keluar,” ujarnya.
Namun demikian, Arif menegaskan pihaknya masih akan melakukan klarifikasi langsung kepada kedua belah pihak.
Kepala Polsek Tanggeung, Inspektur Satu Budi Yudha, mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan akan memediasi kedua pihak.
Menurutnya, berdasarkan laporan awal, kejadian bermula saat seseorang masuk ke dapur MBG untuk menanyakan menu dan harga.
“Setelah dijelaskan, yang bersangkutan tidak puas dan mengeluarkan kata-kata kurang baik. Kemudian oleh petugas dibawa keluar,” ujar Budi.
Ia menambahkan, saat dibawa keluar, orang tersebut masih berteriak dan meronta sehingga situasi sempat memanas.
Baca juga: Clara Shinta Dimintai Rp10,7 M Usai Viralkan VCS Suaminya dengan Indah, Kini Bakal Somasi Balik
Kasus lain sebelumnya diberitakan bocah berusia 3 tahun terlindas mobil MBG di Kabupaten Indramayu. Korban inisial AZH dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan intensif.
Ibu korban, Siti Maunah (40), memastikan, kondisi anaknya baik-baik saja meski sempat dilarikan ke RS Pertamina Klayan, Kabupaten Cirebon, untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, anaknya dinyatakan dalam keadaan baik, bahkan hasil CT Scan juga menunjukkan tidak ada cedera serius pada tubuhnya.
"Kata dokter, tidak ada cedera serius di anggota tubuh maupun tulangnya. Semuanya baik, dan enggak ada masalah apapun," ujar Siti Maunah saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Jumat (10/4/2026) malam.
Pihaknya mengakui, setelah serangkaian proses pemeriksaan tersebut, tim dokter yang menangani anaknya mengizinkan pulang, dan kini buah hatinya kembali beraktivitas seperti biasanya.
Ia mengatakan, anaknya tergolong sangat aktif, bahkan saat baru tiba di rumah setelah pulang dari rumah sakit langsung bermain dan lari-larian seolah tak terjadi apa-apa.
"Anaknya tergolong sangat aktif, bahkan pulang dari rumah sakit sudah lari-lari lagi. Bagi saya, yang terpenting anak enggak kenapa-kenapa, alhamdulillah," kata Siti Maunah.
Maunah sendiri sempat menangis saat mengetahui anaknya yang masih balita terlindas mobil MBG berpelat nomor E 8799 RD yang baru saja mengambil ompreng kotor untuk dibawa ke SPPG.
Bahkan, rekaman video Maunah yang tampak mengenakan daster hijau, dan meronta-ronta sambil memegangi ban kanan bagian depan mobil tersebut beredar di media sosial.
Sementara Kapolsek Krangkeng, AKP Nandang Supriatna, mengatakan, peristiwa yang menimpa balita berinisial AZH (3) tersebut terjadi pada Jumat (10/4/2026) kira-kira pukul 10.30 WIB.
Saat itu, korban tengah bermain sendirian dan posisinya berjongkok di dekat mobil yang terparkir di halaman MI Al Itihad, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Nandang mengakui, berdasarkan hasil olah TKP, pengemudi mobil MBG diduga tidak mengetahui keberadaan korban yang tengah bermain di depannya, karena berada di areal titik buta atau blind spot.
"Dari olah TKP, posisi korban berada di areal blind spot, sehingga pengemudi mobil tersebut tidak menyadarinya, dan saat kejadian juga korban bermain sendirian," ujar Nandang Supriatna.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/17102025_MENU_SPESIAL_MBG_DANIL_SIREGARjpeg.jpg)