Berita Viral

TAK Takut Ancaman Trump, Kapal Tanker China Nekat Melintas di Selat Hormuz, Tapi Bantah Bantu Iran

Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah China menentang kebijakan blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz

TRIBUN MEDAN/Istimewa/X
DUA kapal tanker minyak Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, hingga saat ini diplomasi terus berjalan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah China secara terbuka menentang kebijakan blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.

Di tengah ancaman militer dari Washington, kapal tanker milik China tetap berlayar, menandai eskalasi yang berpotensi memicu krisis internasional baru pada Selasa (14/4/2026).

Kapal tanker Rich Starry, yang mengangkut sekitar 250.000 barel metanol dari pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab, menjadi simbol keberanian sekaligus risiko tinggi.

Kapal tersebut tetap melintasi Selat Hormuz meskipun berada di bawah bayang-bayang ancaman blokade.

Situasi ini memanas setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa angkatan laut AS akan memblokir seluruh kapal yang keluar-masuk Selat Hormuz, termasuk yang beraktivitas di pelabuhan Iran.

Baca juga: JAWABAN Dinar Candy Saat Ditawari Rp 1 Miliar Untuk Sekali Kencan, Awalnya Rp 250 Juta: Takut Lecet

Baca juga: PREMAN SOK JAGO Ancam Bakar Warung, Jadi Ayam Sayur Saat Ditangkap Polisi❗

Ia bahkan memperingatkan bahwa kapal yang melanggar dapat “ditenggelamkan”.

Namun, China merespons keras kebijakan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menilai langkah AS berbahaya dan tidak bertanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa tindakan militer dan blokade tersebut justru memperburuk ketegangan serta mengancam keselamatan jalur pelayaran internasional.

Meski blokade telah diumumkan, efektivitasnya mulai dipertanyakan.

Data pelacakan maritim menunjukkan bahwa sejumlah kapal tanker yang terkait dengan Iran tetap berhasil memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz pada hari pertama.

Kapal Christianna berbendera Liberia diketahui melintas setelah membongkar muatan di Bandar Imam Khomeini, sementara kapal Elpis berbendera Komoro juga berhasil keluar dari selat beberapa jam setelah blokade dimulai.

Di sisi lain, China tidak hanya menyampaikan kecaman, tetapi juga mengisyaratkan kemungkinan langkah balasan jika AS memanfaatkan situasi ini untuk memberlakukan tarif baru.

Tuduhan bahwa China membantu Iran secara militer pun dibantah tegas oleh Beijing, yang menyebutnya sebagai klaim yang tidak berdasar.

Kekhawatiran juga datang dari Arab Saudi, yang dilaporkan mendesak AS untuk menghentikan blokade dan kembali ke jalur diplomasi.

Negara tersebut khawatir konflik ini akan berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan perdagangan global.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved