Berita Viral

KRONOLOGI Anak Kepala Desa Tabrak Lansia hingga Kritis, Diduga Ngebut, Tulang Rahang Korban Patah

Korban juga mengalami dugaan patah tulang rahang dan tulang iga, dan hingga saat ini belum sadarkan diri.

TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
PENYELIDIKAN - Sat Lantas Polres Rejang Lebong saat melakukan rangkaian penyelidikan kasus laka lantas lansia kritis ditabrak anak kades. Sejauh ini kejadian itu masih dalam status penyelidikan pihak kepolisian. 

TRIBUN-MEDAN.com - Beginilah kronologi anak kepala desa tabrak lansia hingga kritis.

Pelaku diduga ngebut saat membawa sepeda motornya.

Karena itu ia tak bisa menghindari korban yang sedang menyebrang jalan.

Baca juga: Polres Siantar Hentikan Perkara Laka Lantas, Pengamat: Tetap Diproses Hukum

Akibat kecelakaan itu, korban kritis. 

Ia mengalami patah tulang hingga tak sadarkan diri.

Kasus kecelakaan lalu lintas menyebabkan seorang lansia kritis di Jalan AK Gani, Kelurahan Dusun Curup, Kecamatan Curup Timur, pada Sabtu (11/4/2026) malam.

Hingga kini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan polisi.

Baca juga: Univa Dorong Penguatan Karakter Mahasiswa, Gelar Halalbihalal dan Seminar Nasional

Korban, A. Sakin (68), warga setempat, diketahui masih dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah mengalami luka berat akibat ditabrak sepeda motor jenis RX King yang diduga dikendarai Raihan, anak kepala desa.

Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu, sepeda motor melaju dari arah Lebong menuju Curup.

Di lokasi kejadian yang merupakan tikungan ke kiri, pengendara diduga melaju dengan kecepatan tinggi.

Pada waktu bersamaan, korban sedang menyeberang jalan dari trotoar sebelah kanan.

Ketika korban telah berada di jalur kiri, sepeda motor datang dan langsung menabrak korban.

Warga sekitar kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Kondisi Korban dan Pengendara

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat, di antaranya luka lecet di wajah, tangan, dan kaki, luka lebam di bagian belakang kepala, serta pendarahan dari telinga, hidung, dan mulut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved