Berita Viral

SERUKAN Perdamaian Iran vs Israel-AS, Paus Leo XIV: Saya Tidak Takut Terhadap Pemerintahan Trump

Kondisi geopolitik antara Iran vs Israel telah menjadi sorotan dunia. Dunia menginginkan kedua negara itu bersepakat damai

TRIBUN MEDAN/KOMPAS TV
Paus Leo XIV pimpin Misa Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus, Minggu (29/3/2026). Dalam homilinya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan tegas tentang perdamaian. Di hadapan puluhan ribu umat, ia menekankan bahwa Yesus Kristus adalah Raja Damai yang menolak kekerasan dan perang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi geopolitik antara Iran vs Israel telah menjadi sorotan dunia. Dunia menginginkan kedua negara itu bersepakat damai demi kemaslahatan masyarakat. 

Sorotan juga tidak lepas dari pemimpin gereja Katolik, Paus Leo XIV

Paus Leo menegaskan tidak gentar menghadapi tekanan politik, termasuk kritik dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam percakapan bersama jurnalis di dalam penerbangan menuju Aljazair, Senin (13/4/2026), Paus menekankan komitmennya untuk terus menyuarakan pesan Injil, khususnya seruan perdamaian di tengah konflik global.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV, bahkan menyebutnya “lemah” dalam merespons berbagai konflik internasional, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Namun, alih-alih merespons dengan konfrontasi, Paus memilih menegaskan posisi moral Gereja Katolik.

“Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump ataupun untuk bersuara lantang menyampaikan pesan Injil. Itu adalah tugas saya, juga tugas Gereja,” ujar Paus Leo XIV.

Baca juga: Lirik Lagu Karo Dilaki Kepe Kena oleh Usman Ginting

Baca juga: PENGAKUAN Kejaksaan Agung Copot Danke Rajagukguk Dari Jabatan Kajari Karo Imbas Kasus Amsal Sitepu

Dalam pernyataannya, Paus menolak untuk terlibat dalam perdebatan langsung dengan Trump.

Ia menilai pesan Injil tidak seharusnya dipolitisasi atau digunakan untuk kepentingan tertentu.

Baginya, peran Gereja bukanlah menjadi aktor politik, melainkan menyuarakan nilai-nilai moral universal.

"Saya tidak ingin berdebat dengannya. Saya tidak berpikir bahwa pesan Injil dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan beberapa orang,” katanya.

Lebih jauh, Paus Leo XIV menegaskan bahwa ajaran utama Gereja berakar pada pesan perdamaian.

Ia mengutip nilai Injil yang menempatkan para pembawa damai sebagai sosok yang diberkati. 

Dalam konteks dunia yang dilanda konflik, menurutnya, suara moral menjadi semakin penting.

Dalam situasi global yang terus memanas, khususnya terkait konflik di Timur Tengah, Paus menilai penderitaan manusia telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved