Berita Viral
NADIEM Makarim Ngaku 7 Bulan di Penjara Lebih Banyak Merenung: Walau Saya Tak Lakukan Kesalahan
Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengaku sedih tidak bisa bertemu dengan anak-anaknya.
TRIBUN-MEDAN.com - Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengaku sedih tidak bisa bertemu dengan anak-anaknya.
Nadiem sudah tujuh bulan tidak bertemu dengan anak-anaknya mulai dari ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani sidang.
Perpisahan itu berlangsung imbas Nadiem Makarim tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemdikbudristek.
"Saya harus menyadari bahwa masa ini adalah masa yang sangat sulit buat saya dan keluarga saya, dipisah secara paksa dengan anak-anak itu hal yang berat," ungkap Nadiem yang mimik wajahnya tampak sedih dan bersuara parau, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Meski demikian, Nadiem mengaku mendapat kekuatan dan inspirasi dari mengingat penderitaan dan pengorbanan pemimpin-pemimpin Indonesia terdahulu.
"Tetapi saya melihat tokoh-tokoh di Indonesia, pemimpin-pemimpin negara kita yang sudah menderita dan mengalami pengorbanan yang jauh lebih besar daripada saya. Dan itu memberikan saya kekuatan, memberikan saya inspirasi," katanya.
Nadiem juga mengatakan, dia masih mencintai Indonesia.
Ia mengaku masih optimis akan mendapatkan keadilan dari majelis hakim atas kasus yang menjeratnya.
"Saya ini masih optimis. Saya masih mencintai negara saya. Saya percaya di ujung-ujungnya keadilan itu masih menjadi asas, dasar daripada negara Indonesia yang saya cintai. Mohon doa bagi masyarakat kepada saya untuk mendapatkan keadilan," ucap Nadiem.
Baca juga: NASIB Briptu BTS Dihukum Demosi 11 Tahun dan Patsus 20 Hari: Rekam Polwan Mandi di SPN Polda
Penyesalan Mendalam
Nadiem Makarim menyampaikan permohonan maaf atas ucapan maupun perilaku yang dinilai telah menyinggung pihak-pihak tertentu semasa menjabat sebagai Mendikbudristek.
Ia mengatakan, selama kurang lebih tujuh bulan mendekam di penjara, ia banyak merenung dan introspeksi diri.
Ia mengaku memiliki banyak sekali kekurangan dan kelemahan sebagai pemimpin muda di birokrasi, yang satu diantaranya menurut Nadiem adalah ketika dia memasukkan banyak orang profesional ke dalam Kemdikbudristek.
"Dalam 7 bulan ini, saya 7 bulan di penjara itu banyak merenung dan punya banyak waktu untuk benar-benar mengintrospeksi diri. Walaupun saya tidak melakukan kesalahan dalam kasus ini, saya juga menyadari bahwa saya ini punya banyak sekali kekurangan. Punya banyak sekali kelemahan sebagai pemimpin muda di pemerintahan, dan saya ingin mengakui itu," kata Nadiem, kepada wartawan di sela-sela persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemdikbudristek, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (14/4/2026).
"Bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi, saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam, profesional muda, yang mungkin menciptakan gesekan-gesekan," tambahnya.
| PILU Pedagang Es Diperas Anggota Ormas Rp 30 Juta Gegara Direkam Saat Kutip Uang Preman |
|
|---|
| NASIB Briptu BTS Dihukum Demosi 11 Tahun dan Patsus 20 Hari: Rekam Polwan Mandi di SPN Polda |
|
|---|
| REBUT Paksa Mobil yang Ditumpangi Prajurit TNI AL Serda M dan Istri, Dua Debt Collector Diamuk Massa |
|
|---|
| MENTERI PPPA Geram Dengan 16 Mahasiswa FH UI yang Lakukan Pelcehan ke Mahasiswi dan Dosen Wanita |
|
|---|
| KRONOLOGI Tewasnya Bripda Natanael Simanungkalit, Seorang Senior Bripda AS Ditetapkan Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Nadiem-Makarim-ditetapkan-sebagai-tersangka-sdfds.jpg)