Berita Viral

Kapal Kontainer Prancis Berhasil Melintasi Selat Hormuz, Kok Bisa?

Pada 2 April 2026, kapal kontainer CMA CGM Kribi berbendera Malta berhasil melintasi Selat Hormuz.

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/WIKIMEDIA COMMONS
Pada 2 April 2026, kapal kontainer CMA CGM Kribi milik Prancis berhasil melintasi Selat Hormuz. Menurut data pelacakan MarineTraffic, kapal tersebut meninggalkan Teluk dan berlayar menuju lepas pantai Muscat, Oman, sehari kemudian. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Selat Hormuz adalah salah satu jalur laut paling strategis di dunia.

Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat ini, menjadikannya titik vital bagi energi, pupuk, dan perdagangan internasional.

Ketegangan politik di kawasan Teluk sejak awal Maret 2026 membuat jalur ini praktis tertutup bagi banyak kapal komersial, terutama dari Eropa.

Pada 2 April 2026, kapal kontainer CMA CGM Kribi berbendera Malta berhasil melintasi Selat Hormuz.

Menurut data pelacakan MarineTraffic, kapal tersebut meninggalkan Teluk dan berlayar menuju lepas pantai Muscat, Oman, sehari kemudian.

Perlintasan ini terjadi tepat saat Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa membuka kembali selat hanya mungkin melalui jalur diplomasi, bukan operasi militer.

Sinyal Politik

Keberhasilan Kribi menandai kapal Prancis pertama yang lolos sejak awal Maret.

Hal ini memberi sinyal bahwa Iran tidak menganggap Paris sebagai musuh.

Perubahan tujuan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) kapal menjadi “Owner France” sebelum memasuki perairan Iran tampaknya menjadi cara untuk menegaskan identitas nasional dan memberi tanda kepada otoritas Iran.

Jalur Baru: "Tehran Toll Booth"

Menurut laporan AFP dan Lloyd’s List, Kribi melintasi jalur baru yang disebut “Tehran Toll Booth”, sebuah koridor di sekitar Pulau Larak yang dikendalikan Iran.

Setidaknya dua kapal sebelumnya dilaporkan membayar untuk menggunakan jalur ini.

Dengan demikian, Iran tampaknya menerapkan mekanisme izin atau pembayaran sebagai syarat melintas.

Sejak awal Maret, sebagian besar kapal yang berhasil melintas adalah kapal yang terkait dengan Iran atau negara-negara yang dianggap netral, seperti Uni Emirat Arab, India, China, dan Arab Saudi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved