Fenomena Langit

Menilik Fenomena Pink Moon April 2026 dan Akar Budaya Kuno Masa Lampau

Pada awal April 2026, Indonesia turut dapat menyaksikan fenomena langit/fenomena astronomi Pink Moon aatau Bulan Merah Muda.

Editor: Array A Argus
Pinterest/Silvia Villa
PINK MOON- Ilustrasi fenomena langit Pink Moon atau bulan merah muda. 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Pada awal April 2026 nanti, masyarakat Indonesia dapat menyaksikan fenomena langit/fenomena astronomi yang dinamai Pink Moon.

Pink Moon atau Bulan Merah Muda adalah nama tradisional untuk bulan purnama yang terjadi setiap April.

Penamaan Pink Moon bukan karena bulan berwarna pink, melainkan terinspirasi dari bunga liar moss pink (Phlox subulata) yang mekar di Amerika Utara saat musim semi.

Baca juga: Hujan Meteor dan Beberapa Fenomena Langit di Tahun 2026

Warna bulan ini tetaplah keemasan, kuning pucat, atau putih keperakan bercahaya.

Menurut laman Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pada zaman dahulu, suku-suku asli Amerika memanfaatkan siklus fase bulan sebagai "kalender hidup" untuk melacak pergantian musim. 

Keterkaitan penamaan dengan mekarnya flora ini sangat relevan dengan upaya pelestarian alam dan pemahaman kita terhadap Ekosistem Daratan. 

Mekarnya bunga liar Phlox subulata itu menjadi indikator alami yang penting bagi keseimbangan ekosistem, menandakan berakhirnya musim dingin yang keras.

Baca juga: Fenomena Langit Supermoon 4 Desember 2025, Simak Penjelasannya Berikut Ini

Di era modern ini, pergeseran waktu mekarnya bunga-bunga liar ini sering kali digunakan oleh para peneliti lingkungan sebagai salah satu indikator nyata dari dampak perubahan iklim terhadap ekosistem terestrial daratan.

GERHANA BULAN- Ilustrasi gerhana bulan total atau blood moon dengan warna merah menyala.(Pinterest/Pixabay)
GERHANA BULAN- Ilustrasi gerhana bulan total atau blood moon dengan warna merah menyala.(Pinterest/Pixabay) (Pinterest/Pixabay)

Penjelasan BRIN

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa fenomena ini dapat diamati di Indonesia pada Rabu–Kamis, 1–2 April 2026.

“Purnama pink tahun ini terjadi pada Rabu malam hingga Kamis, 1–2 April 2026,” jelasnya, dikutip dari Kompas.com.

Thomas menyebut, Pink Moon dapat diamati sejak waktu Maghrib hingga menjelang matahari terbit.

Baca juga: Daftar Fenomena Langit yang Terjadi pada Bulan Desember 2025, Ada Hujan Meteor yang Indah

Waktu Maghrib dan matahari terbit tentu berbeda di setiap wilayah.

Sebagai gambaran, di Jakarta pada Rabu (25/3/2026), waktu Maghrib berlangsung sekitar pukul 18.01 WIB, sedangkan matahari terbit pada pukul 05.56 WIB.

“Purnama dapat diamati mulai Maghrib sampai menjelang matahari terbit,” kata Thomas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved