Berita Viral

Cek CCTV, Novel Baswedan Yakin Pelaku Penyerangan Air Keras Andrie Yunus Terorganisir

Penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus jadi sorotan eks penyidik KPK Novel Baswedan yang juga pernah jadi korban air keras

|
Editor: Salomo Tarigan
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
NOVEL BASWEDAN - Eks penyidik KPK Novel Baswedan yang pernah menjadi korban penyiraman air keras. Dia meyakni, pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, terorganisir 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyerangan lewat penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus jadi sorotan.

Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan ikut menyoroti kasus ini.

Diketahui, Novel juga pernah jadi korban penyiraman air keras yang menyebabkan mata kirinya buta.

Diduga, penyerangan terhadap Novel terkait perkara yang ditanganinya kala itu.

AKTIVIS KONTRAS - Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil untuk Sektor Keamanan saat mencoba masuk ruang rapat Panja Revisi UU TNI DPR-RI dan Kemenhan di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (15/3/2025). Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, jadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.
AKTIVIS KONTRAS - Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil untuk Sektor Keamanan saat mencoba masuk ruang rapat Panja Revisi UU TNI DPR-RI dan Kemenhan di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (15/3/2025). Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, jadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. (TRIBUN MEDAN/KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

Terkait penyiraman terhadap terhadap Wakil Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus diduga sebagai organized crime atau kejahatan terorganisasi.

 

Bahkan menurut Noverl,  kejahatan terorganisasi tersebut ditujukan sebagai upaya pembunuhan.

"Saya yakin maksudnya membunuh. Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Kalau area muka itu kena air keras, kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal orang. Paling tidak, pelaku ini menghendaki cacat permanen," kata Novel, dalam jumpa pers di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Setelah melihat rekaman CCTV proses penyiraman, Novel meyakini bahwa pelaku telah terorganisir.

"Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu, enggak. Terorganisir," tuturnya.

"Ada simbol-simbol yang dia lakukan di lapangan sehingga ketika menyerang itu begitu terorganisir. Ini suatu yang direncanakan untuk menyerang," sambungnya.


Novel menduga pola kejahatan ini tidak berkaitan dengan masalah pribadi terhadap Andrie. Sehingga hal tersebut jadi poin penting.

Ia mendorong pengusutan kasus harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan banyak pihak.

Novel juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut dalang utama di balik aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

"Semua orang yang terlibat harus diusut. Aktor intelektualnya harus disentuh, harus dijangkau dan diberikan pertanggungjawaban yang berat," kata Novel.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved