Berita Viral

AMERIKA Akui Kewalahan Perang Lawan Iran, China Terseret Diduga Bantu Iran Pantau Pergerakan Militer

Amerika Serikat mengakui bahwa sistem pertahanan udara negara itu tidak mampu mencegat semua drone serang milik Iran

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/VANTOR
Citra satelit komersial yang diambil pada hari Rabu (4/3/2026), menunjukkan bahwa serangan udara AS dan Israel telah menghancurkan gedung-gedung pemerintah dan keamanan di Iran. Gambar-gambar yang dirilis oleh Vantor menunjukkan kerusakan parah pada gedung-gedung 

TRIBUN-MEDAN.COM - Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa sistem pertahanan udara mereka itu tidak mampu mencegat semua drone serang milik Iran.

Pengakuan tersebut disampaikan pemerintahan Presiden Donald Trump dalam rapat tertutup kepada para anggota Kongres di Capitol Hill, Selasa (3/3/2026). 

Drone serang satu arah Iran disebut menjadi tantangan besar bagi sistem pertahanan udara karena cara terbangnya yang berbeda dengan rudal balistik. 

Situasi ini terungkap di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran meluasnya perang di kawasan Timur Tengah. 

Disebutkan bahwa drone serang Iran, khususnya jenis Shahed drone, merupakan tantangan besar bagi pertahanan udara Amerika Serikat.

Menurut sumber yang mengikuti rapat tersebut, Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengakui bahwa sistem pertahanan udara tidak akan mampu mencegat seluruh drone yang diluncurkan Iran.

Pejabat tersebut menyampaikan bahwa drone Iran terbang rendah dan lambat, sehingga lebih sulit dideteksi atau dicegat dibandingkan rudal balistik. 

Dua sumber yang mengikuti rapat itu mengatakan, drone-drone tersebut “menimbulkan masalah yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.”

Meski mengakui adanya tantangan tersebut, pejabat militer Amerika juga mencoba meredakan kekhawatiran para anggota parlemen. 

Dalam penjelasan kepada anggota Kongres, mereka menekankan bahwa negara-negara mitra AS di kawasan Teluk Persia telah meningkatkan persediaan sistem pencegat untuk menghadapi ancaman drone. 

Rapat Kongres itu berlangsung tertutup ketika konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat setelah serangan gabungan AS-Israel menghantam Teheran dan sejumlah kota lain di Iran pada Sabtu (28/2/2026).

drone iran di bawah tanah
Bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone tempur milik Iran dipaemerkan oleh televisi Iran Fars setelah serangan AS dan Israel dalam operasi gabungan pada Sabtu (28/2/2026).(Telegram FarsNA via New York Post)

Presiden Trump pada Selasa mengatakan, sebagian besar instalasi militer Iran telah “dilumpuhkan,” dan serangan baru juga menargetkan pimpinan Iran.

Dalam operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas, bersama beberapa pejabat lain.

Pemerintahan Trump menyatakan bahwa tujuan operasi tersebut adalah menghancurkan kemampuan rudal Iran, melemahkan angkatan lautnya, mengakhiri ambisi senjata nuklir, serta menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok militan di kawasan. 

Sejumlah anggota Kongres yang menghadiri rapat memiliki pandangan berbeda mengenai berapa lama konflik ini akan berlangsung.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved