OTT KPK di Pekalongan
Terungkap Dugaan Persekongkolan Bupati Fadia Arafiq dengan Pihak Swasta hingga Kena OTT KPK
Bocoran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara ditangkapnya Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Ringkasan Berita:Perkara OTT Bupati Pekalongan
- Penjelasan KPK terkait perkara ditangkapnya Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
- Selain Fadia Arafiq, sejumlah pejabat daerah dan pihak swasta diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (3/3/2026).
- Dugaan, Bupati Fadia Arafiq dkk terlibat persekongkolahan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa (PBJ).
- Proyek penyediaan tenaga alih daya atau outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.
TRIBUN-MEDAN.com - Bocoran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara ditangkapnya Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Selain Fadia Arafiq, sejumlah pejabat daerah dan pihak swasta diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (3/3/2026).
Dugaan, Bupati Fadia Arafiq dkk terlibat persekongkolahan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa (PBJ).
Fokus utama penyelidikan ini mengarah pada dugaan rasuah dalam proyek penyediaan tenaga alih daya atau outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.
Baca juga: Klasemen Terbaru Liga Inggris, Liverpool Dikalahkan Wolves, Gagal Geser Posisi Man United
Baca juga: Pengumuman Resmi THR Cair 100 Persen, Komponen THR PNS, CPNS, PPPK, TNI, Polri, Pensiunan 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa praktik korupsi ini diduga kuat melibatkan rekayasa proses pengadaan.
Baca juga: Klarifikasi Mabes Polri Viralnya Narkoba Sabu 30 Kg Hilang, Disebut Meleleh karena Cuaca Panas
Terdapat indikasi pengaturan agar perusahaan atau vendor swasta tertentu memenangkan tender penyediaan tenaga pendukung di beberapa dinas Pemkab Pekalongan.
Baca juga: 14 Orang Diciduk KPK, Selain Bupati Fadia, Ada Sekda, Ajudan dan Orang Kepercayaan Bupati
"Ini kan ada sejumlah pengadaan yang memang dilakukan di dinas-dinas Pemkab Pekalongan yang prosesnya diduga diatur, dikondisikan sehingga vendor atau perusahaan-perusahaan tertentu yang bisa masuk dan menang untuk mendeliver barang ataupun jasa, termasuk pengadaan outsource," jelas Budi di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026) malam.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang bermula di Semarang pada Selasa dini hari, KPK setidaknya telah mengamankan 14 orang yang dibawa secara bertahap ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Penangkapan dan pemeriksaan para pihak yang terlibat ini dibagi ke dalam dua kloter kedatangan.
Pada kloter pagi, tim penyidik mengamankan tiga orang yang terdiri dari Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, satu orang ajudan, serta satu orang kepercayaan bupati.
Rombongan pertama ini tiba di markas lembaga antirasuah tersebut pada pukul 10.25 WIB dan langsung diarahkan masuk melalui jalur basement dengan pengawalan ketat.
Menyusul penangkapan tersebut, tim KPK bergerak membawa 11 orang tambahan dari Pekalongan menuju Jakarta pada kloter malam.
Rombongan kedua ini terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari penyelenggara PBJ, unsur swasta, perwakilan rumah sakit, hingga unsur kedinasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wabup-Buka-Suara-Usai-Viral-Akun-IG-Bupati-Pekalongan-Ngamuk-Dikritik-Warga-Soal-Anggaran-Admin.jpg)