Berita Viral

Respons Gubernur Kaltim, Pengadaan Mobil Dinas Mewah Senilai 8,5 M, Kini Ditanggapi KPK

Beginilah respons Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud terkait pengadaan mobil dinas baru yang menuai kritik.

|
Editor: Salomo Tarigan
IST/Instagram/Syarifah
JADI SOROTAN - Di tengah sorotan publik terhadap pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp8,5 miliar, Sarifah Suraidah Abidien Harum ikut mencuri perhatian. Istri dari Gubernur Rudy Masud juga jadi sorotan 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengadaan mobil dinas baru Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menuai kritik dan polemik.

Mobil dinas tersebut senilai Rp 8,5 miliar. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti polemik pengadaan mobil dinas baru sang gubernur.

Baca juga: JADWAL Liga Inggris Tengah Pekan Ini, Arsenal dan Man City Menuju Jalur Juara, MU Jaga Momentum

Lembaga antirasuah tersebut mengingatkan pemerintah daerah agar menggunakan anggaran secara matang dan betul-betul sesuai dengan kebutuhan pokok.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pihaknya memantau perbincangan publik terkait pengadaan kendaraan mewah untuk orang nomor satu di Pemprov Kaltim tersebut.

"Itu memang cukup ramai di media sosial dan kami juga mengikuti isu pemberitaannya. Dalam konteks belanja daerah, tentu harus dilakukan perencanaan yang matang, sesuai dengan kebutuhan, dan juga yang terpenting adalah proses pengadaannya," ujar Budi kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).

Budi mengingatkan bahwa sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) merupakan area yang sangat rawan menjadi ladang tindak pidana korupsi. 

Berbagai modus kerap terjadi jika mekanisme pengadaan tidak diawasi dengan ketat.

"Pengondisian, penyimpangan, mark-up harga, downgrade spek, itu semuanya harus secara betul-betul kita lihat, semua mekanisme itu apakah sudah dijalankan sebagaimana mestinya?" katanya.

Lebih lanjut, Budi mewanti-wanti seluruh instansi, baik di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah, agar berbelanja murni berdasarkan asas kebutuhan fungsional.

"Termasuk juga soal kebutuhan, apakah barang dan jasa yang dibelanjakan atau pengadaannya harus betul-betul sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai juga butuhnya A, belanjanya B," ujar Budi menambahkan.

 

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud telah merespons kritik publik terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar tersebut. 

Menurutnya, mobil tersebut diperlukan untuk menjaga muruah Kalimantan Timur, mengingat posisi wilayahnya yang kini menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rudy menyebut mobilitasnya tinggi dalam menyambut berbagai tamu penting, dan hingga saat ini ia mengaku masih menggunakan kendaraan pribadi untuk bertugas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved