Berita Viral
Tanggapan Mahfud MD, Presiden Prabowo Undang Abraham Samad dkk, Polri di Bawah Kementerian?
Mahfud MD angkat bicara Presiden Prabowo Subianto sejumlah tokoh 'oposisi' Araham Samad dkk
Ringkasan Berita:Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Oposisi
- Prabowo undang tokoh'oposisi', seperti Susno Duadji, Said Didu, Abraham Samad dan pengamat politik Siti Zuhro, jadi sorotan.
- Mahfud MD menilai pertemuan tersebut sebagai langkah penting dan patut diapresiasi, di tengah situasi nasional tak menentu
- Presiden Prabowo secara khusus menanyakan isu reformasi Polri.
- Bukan sesuatu yang mustahil kalau nanti Polri berada di bawah sebuah kementerian
TRIBUN-MEDAN.com - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh 'oposisi', seperti Susno Duadji, Said Didu, Abraham Samad dan pengamat politik Siti Zuhro, jadi sorotan.
Prabowo mengundang para tokoh di kediamannya di Kertanegara.
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD ikut menanggapi pertemuan tersebut.
Mahfud, yang kini menjadi anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, menilai pertemuan tersebut sebagai langkah penting dan patut diapresiasi, terutama di tengah situasi nasional yang sedang tidak menentu akibat gejolak ekonomi dan tekanan pasar modal.
“Kita tentu gembira akhirnya Pak Prabowo melakukan itu,” ujar Mahfud dalam kanal YouTube Mahfud MD Official.
Menurut Mahfud, selama ini salah satu persoalan utama dalam pemerintahan adalah informasi yang sampai ke Presiden sering kali tidak utuh karena terlalu banyak lapisan penyaringan.
“Masalahnya kan informasi yang sampai ke Presiden itu sering tidak lengkap. Saringannya banyak sekali, sehingga jawaban Presiden kadang berbeda dengan data lapangan,” jelasnya.
Dengar Keluhan
Ia menduga Prabowo menyadari persoalan tersebut, sehingga memilih mendengar langsung pandangan dari tokoh-tokoh yang selama ini berada di luar lingkar kekuasaan dan kerap melontarkan kritik.
“Pak Prabowo mungkin mendengar keluhan ini, lalu langsung mengundang tokoh-tokoh yang selama ini dianggap berseberangan,” kata Mahfud.
Mahfud menegaskan, tokoh-tokoh yang diundang tersebut bukan pihak yang ingin mencari keuntungan politik atau jabatan, melainkan sosok-sosok kritis yang memiliki gagasan untuk perbaikan Indonesia.
“Mereka ini tokoh-tokoh kritis yang punya ide untuk perbaikan bangsa, bukan berharap apa-apa,” ujarnya.
Yang terpenting dari pertemuan itu, menurut Mahfud, adalah kesediaan Presiden untuk mendengar secara langsung, tanpa filter, tanpa dikurangi atau ditambah oleh kepentingan pihak lain.
“Yang harus kita sambut gembira itu Presiden mau mendengar langsung, bukan hanya dari saringan-saringan yang mungkin orang tidak berani bicara atau punya kepentingan sendiri,” tegas Mahfud.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ABRAHAM-SAMAD-DIPERIKSA-POLISI.jpg)