Banjir Bandang Tapteng
19 Desa Masih Terisolir, Bupati Tapteng Ajak ASN Bantu Warga Korban Banjir Bandang
Masinton juga menyebut, bencana ini bukan sebagai akhir dari segalanya, ini awal untuk bangkit kembali
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.com - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, menyampaikan, ASN relawan kemanusiaan membantu rakyat dalam masa tanggap darurat bencana alam Kabupaten Tapanuli Tengah.
Hal itu disampaikan Bupati Tapteng saat memimpin Apel Pagi Gabungan ASN Pemkab Tapteng, yang digelar di lapangan sepakbola, Pandan, Senin (8/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, didampingi Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi menyampaikan arahan, 14 hari pasca masa tanggap darurat bencana alam.
Ia mengucap turut berduka cita atas kehilangan famili, orang tua, anak, teman, saudara kita yang meninggal dunia dan yang kehilangan harta benda.
Masinton juga menyebut, bencana ini bukan sebagai akhir dari segalanya, ini awal untuk bangkit kembali, untuk bekerja sekuat-kuatnya membantu rakyat.
"Kalau selama ini kita pemerintah abai terhadap persoalan rakyat, maka inilah kesempatan kita membuktikan diri kita mampu bekerja untuk rakyat," kata Masinton.
Menurut Masionton, pihaknya tidak bisa menyelesaikan persoalan bencana ini hanya dengan saling menunggu. Begitu juga dengan saling menyalahkan.
"Apakah pemerintah cukup bekerja sendiri? Tidak. Ajak, himpun masyarakat agar kita bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat.
Saya paham kondisi ada yang rumahnya rusak, ada keluarganya yang korban, dan lain sebagainya. Namun, kita harus tetap jalankan tugas-tugas pemerintahan," ucapnya
19 Desa Masih Terisolir
Pasca 14 hari pascabencana, Pemkab Tapteng berkoordinasi dengan Forkopimda, BNPB, dan juga Basarnas.
Data terakhir masih ada 19 desa kita yang masih terisolir, korban meninggal dunia 110 jiwa, dalam pencarian sebanyak 94 orang, dan pengungsi sebanyak 18.331 orang.
Maka 14 hari ke depan sejak tanggal 10 Desember Masinton akan perpanjang status tanggap darurat.
Masinton juga mengatakan membagi tugas-tugas seluruh pegawai dan staf untuk bergerak cepat agar kita bisa pulih segera.
"Kita harus kerahkan seluruh kekuatan masyarakat bersama-sama dengan rakyat kita bantu. Kita tidak boleh menunggu, kitalah yang proaktif datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/masinton-banjir-bandang1-tribunmedan.jpg)