Banjir dan Longsor di Sumut

8 Perusahaan Diduga Babat Hutan Picu Banjir, Bupati Marah, Susi Pujiastuti: Kenapa Baru Sekarang

Aktivitas sejumlah perusahaan yang melakukan pembalakan liar diduga memperparah kondisi banjir bandang di Sumut.

Editor: Salomo Tarigan
Dok susi pudjiastuti via kompas
EKS MENTERI SUSI - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. Susi mengomentari masalah banjir bandang di Sumut. Pembalakan hutan dari sejumlah perusahaan memperparah bencana banjir 

Ringkasan Berita:Usut Penyebab Terjadinya bencana Banjir Bandang di Sumut
 
  • Perusahaan yang melakukan pembalakan liar memperparah kondisi banjir bandang
  • Viral kayu gelondongan yang ikut tersapu banjir hingga jadi perbincangan di media sosial, 
  • Ada Perusahaan menguasai secara ilegal lahan seluas 451 hektar di Kabupaten Tapanuli Tengah
  •  Bupati Tapanuli Tengah blak-blakan menyebut PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR)  perambah hutan
  • Mantan menteri Susi Pudjiastuti sentil kenapa sekarang marah

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Aktivitas sejumlah perusahaan yang melakukan pembalakan liar diduga memperparah kondisi banjir bandang di Sumut.

Setelah viral banyaknya kayu gelondongan yang ikut tersapu banjir hingga jadi perbincangan di media sosial,  Bareskrim Polri ahirnya turun tangan.

Baca juga: Resmi Berlaku Harga BBM 4 Desember 2025, Pertamax Naik Kini 13.050 per Liter, Dexlite Naik 800

 Bareskrim  mengusut kasus kayu gelondongan yang diduga menjadi penyebab terjadinya bencana di Sumatera.

Adapun pengusutan ini dilakukan untuk memastikan apakah ada atau tidaknya dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut.

KAYO GELONDONGAN - Potret rumah warga yang dipenuhi gelondongan kayu pascabencana longsor dan banjir bandang di Tapanuli Tengah, Kamis (4/12/2025). Batang-batang kayu ini terbawa arus dari perbukitan dan menimpa permukiman.
KAYO GELONDONGAN - Potret rumah warga yang dipenuhi gelondongan kayu pascabencana longsor dan banjir bandang di Tapanuli Tengah, Kamis (4/12/2025). Batang-batang kayu ini terbawa arus dari perbukitan dan menimpa permukiman. (@falconpictures_/Arjuna Bakkara)

"Penyelidikan sudah dimulai, tim sudah dibentuk untuk mencari ada pristiwa pidana atau tidak," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni kepada wartawan, Kamis (4/12/2025).

Nantinya, jika ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut, pihak kepolisian akan melakukan serangkaian proses hukum atas hal itu.

Di sisi lain, Irhamni menyebut pihaknya saat ini juga masih menganalisis dan memverifikasi soal izin perusahaan yang diduga menjadi akar pembalakan liar itu.

"Izin juga kita sedang verifikasi, sedang lakukan penyelidikan," ungkapnya.

KAYU GELONDONGAN - Penampakan kayu Gelondongan di Sungai Garoga 2 pacabanjir bandang, Kamis (4/12/2025). Kayu ini gelondongan ini menutup arus sungai di jembatan hingga membuatnya berpindah ke arah pemukiman warga.
KAYU GELONDONGAN - Penampakan kayu Gelondongan di Sungai Garoga 2 pacabanjir bandang, Kamis (4/12/2025). Kayu ini gelondongan ini menutup arus sungai di jembatan hingga membuatnya berpindah ke arah pemukiman warga. (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan delapan perusahaan yang dipanggil pada Senin (8/12/2025) karena diduga berkontribusi memperparah banjir di wilayah Sumatra Utara (Sumut).

"Dugaan memperparah bencana ini," kata Hanif, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Namun, Hanif enggan berspekulasi apakah delapan perusahaan tersebut melakukan penebangan liar.

"Jadi terkait liar dan tidak liar kami tidak melihat itu," ujarnya. 

Saat rapat dengan Komisi XII, Hanif menyampaikan bahwa delapan perusahaan tersebut diduga berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan di kawasan Batang Toru, Sumut.

KAYU MENUMPUK - Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa (25/11/2025).
KAYU MENUMPUK - Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa (25/11/2025). (Tribunnews.com/TANGAKAPAN LAYAR KOMPAS.COM/ANTARA FOTO/YUDI MANAR)

"Kami akan undang untuk dilakukan proses penjelasan kepada Deputi Gakkum dan kami akan segera memulai langkah-langkah penyelidikan terkait dengan kasus ini," ucapnya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved