Berita Internasional
Profil Gustavo Petro, Presiden Kolmbia yang Dituding Trump Sebagai Pemimpin Narkoba Ilegal
Gustavo Petro adalah Presiden Kolombia yang menjabat sejak 7 Agustus 2022. Ia lahir pada 19 April 1960 di Ciénaga de Oro, Kolombia.
TRIBUN-MEDAN.COM,- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terang-terangan menuding dan menyebut Presiden Kolombia, Gustavo Petro sebagai 'pemimpin narkoba ilegal'.
Tidak hanya itu, Trump juga menyebut Gustavo Petro sebagai pihak yang mendorong adanya produksi narkoba besar-besaran di Kolombia.
Statemen Trump itu berangkat dari adanya dugaan bahwa narkoba yang beredar di Amerika Serikat (AS) diduga berasal dari Kolombia.
Baca juga: Beredar Foto Staf Kecamatan Besitang Diduga Bersama Mafia, Camat: Tak Ada Alih Fungsi Hutan Mangrove
Bahkan, Trump belum lama ini mengaku pihaknya berhasil mencegah kapal dari Kolombia yang membawa fentanil ke AS.
Fentanil adalah obat pereda nyeri yang sangat kuat, termasuk dalam golongan opioid sintetis.
Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan nyeri hebat, seperti akibat kanker atau operasi, dan juga digunakan sebagai obat bius atau sebagai tambahan untuk obat bius saat operasi.
Fentanil bekerja dengan memblokir sinyal rasa sakit di otak dan sistem saraf pusat.
Baca juga: Penyebab Jalinsum Kisaran-Labura Macet dari Tengah Malam
Obat ini sekitar 50-100 kali lebih kuat dibandingkan morfin, sehingga penggunaannya harus sangat hati-hati dan hanya berdasarkan resep dokter dengan pengawasan medis.
Fentanil tersedia dalam beberapa bentuk, antara lain suntikan, plester transdermal (koyo), semprot hidung, dan lozenge.
Efek sampingnya bisa meliputi mual, muntah, kantuk, dan depresi pernapasan yang serius jika tidak digunakan dengan benar.
Karena potensi ketergantungan dan risiko overdosis yang tinggi, penggunaan fentanyl sangat diawasi secara ketat di dunia medis.
Oleh karena itu, Trump berusaha mencegah produk tersebut masuk ke wilayahnya.
Baca juga: Kompak Beberapa Kepala Daerah Bantah Data Menkeu Purbaya soal Pemda Simpan Dana Nganggur di Bank
Namun, tudingan itu justru dibantah oleh Gustavo Petro.
Petro mengatakan bahwa kapal yang diserang pemerintah AS lewat udara di perairan Karibia bukanlah kapal pembawa fentanil.
Kapal itu adalah kapal nelayan milik warga Kolombia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Kolombia-Gustavo-Petro.jpg)