Berita Jakarta
Cerita Proyek Tiang Monorel Jakarta yang Mangkrak Bertahun-tahun, Kini Bakal Dirobohkan
Pemprov DKI Jakarta berencana merobohkan tiang monorel yang sudah mangkrak selama bertahun-tahun.
Ringkasan Berita:
- Proyek tiang monorel di Jakarta sudah dilakukan sejak tahun 2004
- Sampai saat ini tiang monorel itu cuma jadi pajangan
- Pemprov DKI Jakarta berencana merobohkan tiang monorel tersebut
- Pemerintah daerah akan melebarkan pedestrian jalan usai merobohkannya
- Perobohan dijadwalkan mulai Januari 2026 mendatang
TRIBUN-MEDAN.COM,- Warga DKI Jakarta lagi ramai membahas rencana Pemprov DKI Jakarta untuk merobohkan tiang monorel yang sudah mangkrak selama bertahun-tahun.
Tiang monorel ini berada di di sepanjang Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, dan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan.
Tiang-tiang tersebut membentang melewati area seperti Kampung Melayu, Tebet, Menteng Dalam, Stasiun Casablanca, Ambasador, Stasiun Dharmala Sakti, Menara Batavia, Karet, Slipi, Cideng, sampai kawasan Roxy.
Proyek tiang monorel ini dimulai pada tahun 2004 silam, di masa Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Baca juga: Harga Emas Antam Terjun Bebas 22 Oktober 2025, Terkoreksi Hingga Rp 177.00 per Gram
Pada 14 Juni 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemancangan tiang pancang pertama monorel di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan.
Proyek ini dirancang memiliki dua jalur utama: jalur hijau sepanjang 14,3 km dan jalur biru sepanjang 12,7 km dengan berbagai rute strategis melewati sejumlah titik penting di Jakarta.
Nilai proyek monorel Jakarta saat itu diperkirakan mencapai triliunan rupiah, dengan anggaran sekitar Rp3,6 triliun (sekitar USD 360 juta pada waktu itu).
Namun, proyek ini mengalami masalah yang cukup serius seperti kegagalan pengelolaan dan kendala perizinan sehingga mangkrak dan tiang-tiangnya tidak pernah digunakan secara operasional.
Baca juga: Profil dan Sosok TMJ Malaysia yang Jadi Dalang Skandal Naturalisasi Hingga Disanksi FIFA
Usaha menghidupkan kembali proyek ini pernah dilakukan pada 2013 dengan nama Jakarta Eco Transport (JET), tapi proyek tersebut dibatalkan kembali pada 2015.
Walaupun demikian, tiang-tiang monorel yang ada masih menjadi artefak sejarah tentang ambisi besar Jakarta dalam mengembangkan sistem transportasi massal modern di masa lalu.
Karena dianggap tidak memiliki manfaat yang berarti, tiang monorel ini pun rencananya akan dirobohkan.
Rencana perobohannya akan dilakukan pada Januari 2026 mendatang.
Baca juga: Profil Dr Drs Syamsulrizal MKes, Eks Wakil Bupati Aceh Besar Calon Rektor Universitas Syiah Kuala
Penjelasan Pemprov DKI Jakarta
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal sempat membeber langkah apa yang akan diambil pemerintah daerah setelah merobohkan tiang monorel ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tiang-monorel-Jakarta-mangkrak.jpg)