Berita Viral

Pantas Rela Tunjangan Perumahan 50 Juta Dihapus, Kini DPR Dapat Dana Reses 702 Juta, 12 kali Setahun

Anggota DPR menuai kritikan terkait dana reses hampir 2 kali lipat besarannya dibanding dana reses sebelumnya.

|
Editor: Salomo Tarigan
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
RAPAT DI DPR - Suasana Rapat Paripurna DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Anggota DPR mendapat dana aspirasi Rp 702 juta 12 kali dalam setahun 

TRIBUN-MEDAN.com -  Anggota DPR menuai kritikan terkait dana reses yang hampir 2 kali lipat besaran dibanding dana reses sebelumnya.

Jika sebelumnya, tiap anggota DPR mendapat dana reses 400 juta, kini dana reses DPR berlipat naik jadi Rp 702 juta per anggota

Padahal belum sirna ingatan suara kritikan yang ditujukan pada DPR

Ya, anggota dewan diteriaki soal tunjangan perumahan senilai Rp 50 juta per bulan.

Karena menuai kritikan, tunjangan tersebut akhirnya dihapus mulai 31 Agustus 2025.

Akan tetapi, Dana reses anggota DPR kali ini jutru lebih fantastis besaran nilainya.

Pengucurannya diberikan sekitar 12 kali dalam setahun.

Artinya tiap sebulan sekali Anggota DPR RI mendapatkan suntikan dana 702 juta itu di luar gaji dan tunjangan.

Apa itu Reses

Reses adalah waktu khusus dalam agenda kerja anggota DPR yang digunakan untuk mengunjungi daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

 Kegiatan ini biasanya dilakukan di luar masa sidang dan bertujuan untuk mendengar langsung keluhan serta usulan dari masyarakat.

Anggota DPR mendapatkan dana penyerapan aspirasi Rp 702 juta untuk setiap kali reses.

Tapi, pantaskan dana reses sebesar itu? Melihat kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat melemah saat ini.

Tak pernah Transparan

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi)  kaget soal besaran dana reses anggota DPR RI yang naik tinggi.

Jika pada periode 2019-2024 sebesar Rp 400 juta untuk tiap kali anggota DPR RI berkunjung ke daerah pemilihannya (dapil), maka pada periode 2024-2029 menjadi Rp 702 juta.

Diberitakan Kompas.com, Peneliti Formappi, Lucius Karus, bilang, masyarakat Indonesia lagi-lagi kena prank berjamaah dari wakil rakyat. Sebelumnya, rakyat dibuat bangga karena DPR “rela” dipotong tunjangan rumah Rp 50 juta per bulan setelah demo besar Agustus lalu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved