Berita Viral

AKHIRNYA Bripda MA Dipatsus, Polisi Tega Lempar Helm hingga Pelajar Terjatuh dan Koma

Bripda MA, anggota Polda Banten akhirnya ditempatkan di tempat khusus (Patsus) karena melempar helm kepada seorang pelajar hingga terjatuh

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TribunBanten.com/Muhammad Uqel A
POLISI LEMPAR HELM - Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol Murwoto jelaskan hasil pemeriksaan terhadap Bripda MA yang lempar helm kepada siswa SMK bernama Violent Agara. Korban mengalami koma dan dirawat di ruang ICU RSUD Banten sejak Minggu (24/8/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Bripda MA, anggota Polda Banten akhirnya ditempatkan di tempat khusus (Patsus) karena melempar helm kepada seorang pelajar hingga terjatuh dari motor dan kritis.

Korban adalah pelajar SMKN 2 Kota Serang, Banten bernama Violent Agara. Ia mengalami koma dan dirawat di ruang ICU RSUD Banten sejak Minggu (24/8/2025).

Kabid Propam Polda Banten Kombes Murwoto mengatakan, untuk menjamin proses hukum berjalan dengan objektif dan profesional, yang bersangkutan telah ditempatkan di Patsus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Penanganan terhadap anggota dilakukan secara profesional dan tidak pandang bulu. Kami menjamin seluruh proses berlangsung secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku," ujar Murwoto, Kamis (28/8/2025).

Murwoto berjanji akan menindak Bripda MA dan mengusut kasus ini.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban atas insiden ini yang mengakibatkan korban kritis.

"Kami turut prihatin atas kejadian tersebut dan mohon maaf atas tindakan anggota kami," ucapnya.

Jejak Kasus

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 02.15 WIB. 

Saat itu, personel Ditsamapta sedang melaksanakan patroli usai mendapat laporan adanya aktivitas balap liar di Jalan Palima-Pakupatan.

“Personel terbagi dua tim, masing-masing 10 orang. Tim 1 menemukan kumpulan anak muda yang langsung melarikan diri dengan sepeda motor. Pada saat yang sama, tim 2 juga melihat kendaraan roda dua yang kabur, lalu memutar arah ke jalur lambat dan berhenti di TKP,” kata Murwoto, Selasa (26/8/2025).

Sekitar pukul 02.45 WIB, salah satu motor yang melaju tanpa lampu utama disebut kaget melihat petugas yang sudah berada di badan jalan. 

Saat itulah, Bripda MA melempar helm ke arah pengendara.

“Pengendara kaget melihat petugas, sehingga salah satu personel patroli Bripda MA refleks melemparkan helm dan diduga mengenai pengendara tersebut,” jelasnya.

Lemparan helm itu membuat korban terjatuh dan terseret beberapa meter. 

Korban mengalami luka di wajah, kepala, serta kaki karena tidak mengenakan helm. 

Hingga kini, korban masih dirawat intensif di ICU RSUD Banten.

“Korban terjatuh dari kendaraan roda dua dan terseret beberapa meter, mengakibatkan luka di wajah, kepala, dan kaki. Saat ini korban masih dirawat di ICU RSUD Banten,” ujar Murwoto.

Dikatakan Murwoto, berdasarkan hasil pengecekan rekaman CCTV petugas patroli menghadang kendaraan roda dua dengan cara memberhentikan kendaraan dan ancang-ancang melempar helm yang dikenakan.

Sedangkan rekaman video pemukulan tidak terekam oleh karena CCTV dikarenakan sekitar TKP korban terjatuh tidak ada CCTV.

"Bahwa berdasarkan klarifikasi para saksi menerangkan bahwa kendaraan roda dua yang dikendarai korban terlihat seperti akan menabrak Bripda MA sehingga personel tersebut melempar helm kearah Violent Agara Casttilo kaget dan terjatuh serta terseret sekitar 10 meter, setelah itu personel Ditsamapta membawa korban tersebut ke rumah sakit," jelasnya.

Murwoto menambahkan bahwa kondisi motor korban tidak sesuai dengan standar pabrik. 

"Bahwa kondisi motor korban tidak sesuai dengan standart pabrik yaitu knalpot brong, tidak ada lampu dan memakai ban cacing keadaan motor ini seperti spek drag race serta korban saat itu tidak memakai helm," ujar Murwoto.

Polda Banten melakukan tindakan persuasif dengan mendatangi keluarga korban agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak lain.

Kemudian, lanjut Murwoto, Polda Banten membantu atas pengobatan korban selama dirawat.

"Kami melakukan proses penegakan hukum secara transparan dan obyektif terhadap Bripda MA baik peraturan disiplin ataupun kode etik, serta menepatkan ditempat khusus atau Patsus terhadap personel tersebut," terangnya.

Sementara, paman korban, Handy, mengungkapkan kondisi keponakannya sangat parah dengan luka di kepala dan wajah.

“Dagu robek, bagian kepala belakang pecah sudah ke pembuluh darah, sama kaki luka-luka,” ujar Andi dilansir dari Tribun Jateng.

Ia menambahkan, kondisi Violent belum menunjukkan perkembangan sejak dirawat.

“Kondisi masih koma, masih dirawat di ICU, sudah 3 hari ini belum ada perkembangan,” ujarnya.

Sebelumnya Polda Banten mengaku sudah menemui keluarga korban, menanggung biaya perawatan, dan menempatkan Bripda MA dalam pemeriksaan Propam.

Andi, mewakili pihak keluarga, meminta agar kasusnya diusut hingga tuntas.

"Diusut sampai tuntas supaya pelaku cepat ditangani supaya cepat mengakui kesalahannya, olah TKP, biar pelaku kena sanksi efek jera yang dilakukan kepada korban sampai koma," katanya, Rabu (27/8/2025), melansir dari TribunBanten.

Dikatakan Handy, perwakilan dari pihak kepolisian Polda Banten telah mendatangi pihak keluarga di RSUD Banten memberikan bingkisan.

Namun, kata Handy, pihak keluarga enggan menerimanya lantaran khawatir dianggap sebagai meringankan atas perbuatan terduga pelaku.

"Ada utusan dari Kapolda datang itu untuk memberikan bingkisan gak tahu kita belum buka, ditanya sama orang tua, ini bingkisan untuk apa, ada saya juga, kalau bingkisan ini untuk meringankan pelaku kita tidak bisa terima, mending diambil lagi, digituin sama pihak keluarga," ujarnya.

Sebab, lanjut Handy, dari awal peristiwa itu terjadi pihak keluarga sudah menanyakan kepada pihak kepolisian yang mengantarkan Violent ke rumah sakit.

Tetapi, kata dia, tidak ada satu pun anggota kepolisian yang mengaku bahwa Violent dilempar menggunakan helm hingga jatuh dari sepeda motor yang dikendarainya.

"Berhubung engak ada yang ngaku yaudah saya konfirmasi langsung ke Mabes, ada saudara."

"Kemarin suruh menghadap Paminal langsung sebelumnya kanit menjenguk malamnya sama Propam satu orang," ujarnya. (*/tribunmedan.com) 

Artikel ini telah tayang di TribunBanten

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved