Senin, 29 Juni 2026

Berita Medan

Universitas ST Bhinneka Diresmikan, Mendiktisaintek Soroti Semangat Gotong Royong Bangun Kampus

Brian mengatakan gedung universitas yang rampung dalam waktu sekitar 18 bulan itu bukan sekadar hasil pembangunan fisik.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
GEDUNG UNIVERSITAS- Peresmian Gedung Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka di kawasan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Jalan Sunggal Gang Bakul, Medan, Senin (29/6/2026). Gedung kampus diresmikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Bukan kemegahan gedung yang lebih dulu disoroti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, saat meresmikan Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka di kawasan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Jalan Sunggal Gang Bakul, Medan, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, kampus tersebut menjadi simbol perjuangan, gotong royong, dan kolaborasi panjang yang berhasil diwujudkan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda, Sofyan Tan.

Brian mengatakan gedung universitas yang rampung dalam waktu sekitar 18 bulan itu bukan sekadar hasil pembangunan fisik, melainkan menjadi simbol perjalanan panjang dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

“Gedung ini adalah sebuah monumen. Bukan sekadar pencapaian pembangunan gedung, tetapi monumen yang berisi visi besar, perjuangan, pengorbanan, gotong royong, dan kolaborasi untuk memajukan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Brian mengaku pernah mengunjungi lokasi pembangunan kampus tersebut sekitar setahun lalu. Saat itu, pembangunan masih berlangsung dan akses menuju lokasi masih melalui bagian belakang.

Dalam kunjungan tersebut, ia mendengar langsung cerita Sofyan Tan mengenai perjalanan panjang membangun dunia pendidikan, mulai dari mendirikan sekolah hingga akhirnya mewujudkan cita-cita memiliki perguruan tinggi.

Menurut Brian, perjalanan tersebut menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang ketika disertai komitmen dan dukungan banyak pihak.

“Beliau adalah pejuang pendidikan yang tidak hanya pandai berteori, tetapi benar-benar mewujudkannya dalam tindakan. Kisah seperti ini perlu didokumentasikan agar menjadi inspirasi,” katanya.

Ia menilai keberhasilan membangun universitas dalam waktu relatif singkat membuktikan bahwa kerja keras dan kolaborasi mampu menghasilkan perubahan besar.

Karena itu, Brian berharap pengalaman Sofyan Tan dapat dibagikan kepada para pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia sebagai praktik baik dalam mengembangkan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda, Sofyan Tan, mengatakan pendirian Universitas ST Bhinneka menjadi puncak perjuangannya selama hampir empat dekade mengembangkan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan kampus tersebut dibangun dengan semangat pendidikan multikultural yang terbuka bagi seluruh kalangan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial ekonomi.

Sofyan Tan juga mengisahkan tantangan yang pernah dihadapinya saat mengembangkan lembaga pendidikan.

Ia mengaku sempat berniat menjual sekolah karena terlilit utang yang meningkat dari Rp60 juta menjadi Rp1,2 miliar.

Namun, dukungan berbagai pihak, termasuk almarhum Insinyur Sarwono Kusuma Atmaja, rekannya Paidi yang mengagunkan tanahnya, serta sang istri, membuat perjuangan itu terus berlanjut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Senin, 29 Juni 2026 | 02:00 WIB
South Africa
Afrika Selatan
0 - 1
Canada
Kanada
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved