Medan Terkini

Rico Waas Janji Pemko Tanggung Biaya Korban Begal,Kabar Baik Buat Satpam Tak Punya Uang Buat Operasi

Rico Waas menegaskan Pemko Medan telah menyiapkan anggaran khusus dalam bentuk bantuan biaya pengobatan dan perlindungan sosial darurat.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Wali Kota Medan Rico Waas diwawancarai soal JHT PPPK Paruh Waktu usai paripurna di gedung DPRD Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Wali Kota Medan, Rico Waas berjanji pemerintah kota menanggung biaya pengobatan korban kejahatan jalanan atau begal yang tidak tercoper oleh BPJS.

Pemerintah Kota Medan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang tata cara pembayaran klaim pelayanan kesehatan, yang isinya menanggung biaya pengobatan korban kejahatan jalanan atau begal.

Perwal nomor 26 tahun 2026 ini diharapkan tidak lagi membenani korban dengan biaya-biaya tak terduga. 

Dana itu bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan itu usai menjenguk Timoria Sitorus, korban begal yang kini dirawat intensif di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU). 

Baca juga: MUI Minta Menlu Buktikan BoP Ada Gunanya, Menaruh Harapan Besar Bebaskan 9 WNI Ditangkap Israel

"Selama ini, masyarakat sering dihadapkan pada kenyataan pahit. Selain menjadi korban kekerasan, biaya pengobatan akibat tindak kriminalitas seperti begal kerap tidak di cover BPJS Kesehatan," kata Rico Waas dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (21/5/2026).

Wali Kota Medan, Rico Waas menjenguk Timoria Sitorus (52) dan putrinya, Chelsea (18), korban begal sadis di Jalan KL Yos Sudarso, di Rumah Sakit Umum Universitas Sumatera Utara (RSU USU), Rabu (20/5/2026).
Wali Kota Medan, Rico Waas menjenguk Timoria Sitorus (52) dan putrinya, Chelsea (18), korban begal sadis di Jalan KL Yos Sudarso, di Rumah Sakit Umum Universitas Sumatera Utara (RSU USU), Rabu (20/5/2026). (TRIBUN MEDAN/DEDY)

Kata dia, banyak kasus kejahatan jalanan seperti dibegal ini tidak di cover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, karena regulasi yang berlaku demikian. 

"Oleh karena itu, kami mengeluarkan kebijakan agar bisa kita cover. Masuk jaminan kita lewat APBD," tutur Rico Waas

Rico Waas menegaskan Pemko Medan telah menyiapkan anggaran khusus dalam bentuk bantuan biaya pengobatan dan perlindungan sosial darurat. Artinya, seluruh fasilitas akan dibiayai langsung melalui APBD Medan.

Baca juga: Erin Benarkan Tahan Ponsel ART di Rumahnya, Bantah Persulit Komunikasi, Anak Nur Terus Cari Ibunya

Dia pun mengatakan mudah-mudahan bisa memberikan dampak baik kepada masyarakat. Pihaknya juga akan terus berupaya untuk mengamankan Kota Medan. 

"Namun, korban-korban begal ataupun kejahatan seperti ini, kami harapkan supaya bisa merasa tenang. Jangan sampai terbebani lagi nanti ke depannya dengan biaya-biaya yang tidak terduga," ucap Rico Waas

Pemko Medan telah bekerjasama dengan 23 Rumah Sakit, dan pelayanan yang diberikan meliputi layanan gawat darurat, rawat inap dan rawat jalan.

Kabar Baik Buat Guntur yang Tak Punya Uang Rp 50 Juta

Pemko Medan yang akan mengeluarkan kebijakan menanggung biaya korban kejahatan atau begal menjadi kabar baik buat Guntur Sugoro (41) satpam salah satu dapur makan bergizi gratis (MBG) di Medan untuk operasi.

Pasalnya Guntur memilih pulang dari rumah sakit Pirngadi karena tak punya uang untuk operasi pengangkatan peluru yang bersarang di punggungnya.

Meski tidak dioperasi di RS Pirngadi, pihaknya tak sanggup untuk membayar biaya operasi di RS Swasta yang diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

KORBAN PERAMPOKAN - Guntur Sugoro (41) masih terbaring di atas ranjang rumah sakit RS Pirngadi Medan, Selasa (19/5/2026). Satpam salah satu dapur makan bergizi gratis (MBG) jadi korban perampokan, hingga punggung kena tembak.
KORBAN PERAMPOKAN - Guntur Sugoro (41) masih terbaring di atas ranjang rumah sakit RS Pirngadi Medan, Selasa (19/5/2026). Satpam salah satu dapur makan bergizi gratis (MBG) jadi korban perampokan, hingga punggung kena tembak. (TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso)

Baca juga: Tak Punya Uang Rp 50 Juta Operasi Cabut Peluru, Satpam Korban Begal di Medan Pilih Pulang dari RS

Diketahui, Guntur merupakan korban kejahatan begal atau percobaan perampokan.

Adik korban, Budi Kurniadi mengatakan, abangnya sudah keluar dari RS sejak Selasa malam.

"Abang saya sudah pulang hari Selasa malam karena memang gak punya uang untuk cabut peluru. Kemarin sempat tanya-tanya, biayanya sekitar Rp 50 juta. Itupun di rumah sakit lain, bukan di Pirngadi,"kata Budi, Kamis (21/5/2026).

Budi mengatakan abangnya saat ini belum bisa beraktivitas seperti biasa, apalagi bekerja.

Untuk biaya rumah sakit, ia mengatakan ditanggung pemerintah.

Namun untuk operasi, ia belum mengetahui bagaimana prosedur yang harus dilewati.

Sebab, pihak RS Pirngadi sempat mengatakan apabila mau operasi di RS swasta.

"Kalau kemarin kami gak bayar. Ditanggung pemerintah."

Sebelumnya, seorang pria bernama Guntur Sugoro (41) masih terbaring di atas ranjang rumah sakit.

Bertelanjang dada, memakai sarung motif kotak-kotak, tangan kirinya masih terpasang selang infus.

Bagian punggung, dekat ketiak kanan, perban berwarna putih masih melekat.

Sesekali, ia meringis kesakitan karena dibalik perban, diantara tulang rusuk masih bersarang peluru senapan angin.

Nafasnya pun terkadang terasa sesak, ditambah geraknya terbatas.

Guntur merupakan satpam salah dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kota Medan.

Pada Senin 11 Mei kemarin, ia menjadi korban percobaan perampokan di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, sekira pukul 23:30 WIB.

Saat mengendarai sepeda motor, hendak ke rumah rekannya, ia dicegat sejumlah orang yang membawa senjata tajam.

Ia diminta turun dari dan menyerahkan kendaraannya.

Tak rela kendaraannya akan dirampas, ia justru menarik gas lebih dalam mencoba kabur.

Namun saat itu pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang langsung membacoknya dari belakang.

"Pas sudah masuk jalan tumbukan, langsung di stop dan dipepet sama dua kereta, lima orang, disuruh berhenti. Tapi, saya merasa saya ini pasti mau dibegal,"kata Guntur, Selasa (19/5/2026).

"Nah, mulailah dia bacok belakang punggung saya,"sambungnya.

Meski punggungnya kena bacok, Guntur tetap melaju.

Kemudian pelaku langsung mengeluarkan senjata diduga senapan angin, dan menembakkan ke arah Guntur.

Alhasil, punggung belakangnya terkena peluru yang ditembakkan.

Meski demikian, ia tetap tancap gas berusaha menyelamatkan diri agar tidak dirampok.

"Mungkin pas dibacok ditengok enggak luka, dan dia bilang 'Eh, enggak apa-apa dia, bang. Tembak dia, Bang,"katanya menirukan percakapan pelaku.

Saat ini Guntur dirawat di RS Pirngadi Medan, sejak beberapa hari lalu.

Namun sudah 9 hari lamanya peluru masih bersarang di tubuhnya sejak 11 Mei lalu.

Ia menyebut tak memiliki uang untuk membayar biaya operasi.

Gaji sebagai satpam di salah satu dapur MBG sudah pasti tak mencukupi.

Apalagi dirinya baru saja bekerja, dan sudah 9 hari tak masuk.

Kini ia berusaha mencari bantuan, dan meminta surat keterangan miskin untuk mendapatkan keringanan.

"saya penjaga MBG. baru 2 bulanan gitu, lah.

Peluru belum diambil, cuma di perban gitu aja. Gak berlaku BPJS juga kan, makannya ini lagi buat surat miskin."

(Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved