Medan Terkini

Banjir dan Bansos Jadi Keluhan Utama dalam Reses DPRD Kota Medan Dapil I

Permasalahan banjir, drainase rusak, jalan berlubang, hingga penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum merata menjadi keluhan utama.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
BANJIR DAN BANSOS - Permasalahan banjir, drainase rusak, jalan berlubang, hingga penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum merata menjadi keluhan utama masyarakat dalam pelaksanaan Reses V Anggota DPRD Kota Medan Daerah Pemilihan (Dapil) I Tahun Sidang 2025–2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Permasalahan banjir, drainase rusak, jalan berlubang, hingga penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum merata menjadi keluhan utama masyarakat dalam pelaksanaan Reses V Anggota DPRD Kota Medan Daerah Pemilihan (Dapil) I Tahun Sidang 2025–2026.

Aspirasi warga tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan. Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Medan Zulkarnaen dan Rajudin Sagala.

Hadir juga Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.

Laporan hasil reses dibacakan Robi Barus mewakili anggota DPRD Dapil I yang meliputi Kecamatan Medan Barat, Medan Baru, Medan Helvetia, dan Medan Petisah.

Menurut Robi Barus, persoalan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan paling mendesak yang dikeluhkan masyarakat.

“Keluhan masyarakat paling banyak terkait banjir dan drainase yang hingga kini belum tertangani secara maksimal,” ujar Robi Barus, Selasa (19/5/2026). 

Ia menegaskan, seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan reses akan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD dan selanjutnya disampaikan kepada Bappeda Kota Medan sebagai bahan penyusunan program pembangunan tahun 2027.

“Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi sarana untuk mendengar langsung persoalan masyarakat,” katanya.

Dalam laporan tersebut, warga Jalan Sejahtera, Kecamatan Medan Petisah, mengeluhkan saluran drainase yang tersumbat sehingga menyebabkan genangan air, bau tidak sedap, serta menjadi sarang nyamuk.

Keluhan serupa juga datang dari warga di Jalan Gaperta, Jalan Bunga Cempaka, Jalan KL Yos Sudarso, Jalan Putri Hijau, hingga kawasan bantaran Sungai Deli yang kerap dilanda banjir saat hujan deras.

Warga meminta Pemerintah Kota Medan segera melakukan normalisasi sungai dan parit, rehabilitasi drainase, pengaspalan jalan lingkungan, serta pembangunan bronjong di kawasan rawan longsor.

“Normalisasi sungai dan perbaikan drainase harus menjadi prioritas untuk mengurangi banjir di permukiman warga,” tegas Robi.

Selain persoalan banjir, masyarakat juga menyoroti pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal. Tumpukan sampah disebut menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran air.

Warga meminta penambahan fasilitas tempat pembuangan sampah serta pembersihan sungai dan drainase secara rutin.

“Masalah sampah dan drainase saling berkaitan dan perlu penanganan serius dari pemerintah,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved