Medan Terkini
SPBU 45 HM Yamin Medan Tak Lagi Jual Pertalite, Banyak Pengendara Belum Tahu
Satu SPBU yang diketahui kini tak lagi menjual BBM jenis Pertalite ada di SPBU 14.202.118 atau yang dikenal dengan nama SPBU 45 HM Yamin.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), mulai melakukan penetapan terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) signature di sejumlah wilayah.
Diketahui, SPBU signature merupakan program naik kelas SPBU dari kelas umum ke kelas atas.
Dimana, di SPBU signature diketahui tak lagi menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar.
Dimana, jenis BBM yang diperjualkan yaitu jenis non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Green.
Untuk di Kota Medan, Sumatra Utara diketahui belum ada SPBU yang resmi berganti status dari SPBU biasa ke SPBU signature.
Namun, salah satu SPBU yang diketahui kini tak lagi menjual BBM jenis Pertalite ada di SPBU 14.202.118 atau yang dikenal dengan nama SPBU 45 HM Yamin.
Amatan www.tribun-medan.com, Senin (18/5/2026) di SPBU yang berada di persimpangan Jalan Prof HM Yamin dengan Jalan H Arsyad Thalib Lubis ini terlihat hanya melayani pembelian BBM jenis non subsidi.
Bahkan tulisan BBM jenis Pertalite yang sebelumnya dijual di SPBU ini sudah dihapus di enam pompa pengisian.
Kondisi ini, membuat banyak pengendara yang semula mengisi Pertalite di sana terkecoh.
Banyak warga yang belum tau jika SPBU ini sudah tak lagi melayani penjualan BBM subsidi, terlebih tak ada tanda-tanda informasi penghapusan penjualan Pertalite.
"Enggak ada pertalite kak," ucap salah satu pengendara.
"Enggak ada bang, udah enggak jual lagi," timpal petugas pengisian BBM.
Salah satu pengendara Iboy, mengaku jika dirinya baru mengetahui jika SPBU tersebut sudah tak lagi melayani penjualan BBM Pertalite.
Padahal, katanya ia cukup sering mengisi BBM sepeda motornya setiap kali akan berangkat kerja ke kawasan pusat Kota Medan.
"Baru tau ini, biasa kalau berangkat kerja dari Pancing ngisi (BBM) di sini dulu sebelum kerja. Kalau kereta pakai Pertalite aja biasanya," ucap Iboy.
Saat dikonfirmasi langsung ke pihak SPBU, salah satu pegawai yang tak ingin disebutkan namanya mengaku SPBU di sana tak lagi menjual BBM subsidi terhitung sejak Rabu (13/5/2026) kemarin.
"Iya (sudah tak lagi jual BBM subsidi), dari tanggal 13 kemarin lah, sudah sekitar lima hari lah berarti ini kan," ujar pegawai SPBU.
Ketika ditanya apakah kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Pertamina untuk mengubah status SPBU menjadi SPBU signature, dirinya mengaku tak mengetahui secara pasti.
"Kalau itu enggak tau, cuma kemarin kita dibilang sama pimpinan enggak lagi jual Pertalite, jadi kita ubah lah," ungkapnya.
Dengan tak lagi menjual Pertalite, dirinya mengaku memang untuk penjualan mengalami sedikit perubahan. Dimana, di SPBU ini sehari-hari yang menyediakan Pertalite sebanyak 15 ton menjadi salah satu SPBU andalan masyarakat sekitar dan juga angkutan umum.
Namun, dengan perubahan ini tentunya masyarakat yang sudah mengandalkan Pertalite banyak yang beralih melakukan pengisian ke SPBU lainnya. Meskipun begitu, dirinya mengaku sebagian masyarakat tetap ada yang melakukan pengisian dengan pembelian Pertamax.
"Kalau penurunan pasti ada, cuma enggak banyak. Karena sudah enggak ada lagi Pertalite kita kan, perubahan pasti ada," ungkapnya.
Dirinya mengaku, saat ini di SPBU tersebut hanya menyediakan tiga jenis BBM yakni Pertamax, Pertamax Turbo, dan juga Dexlite. Dengan perubahan ini, tampak manajemen SPBU juga sedang melakukan penataan ulang mulai dari pengecatan, perubahan nama BBM yang dijual, dan lainnya.
(mns/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Sudah 20 Kali Beraksi, Dua Spesialis Curanmor Ditangkap Jatanras Polda Sumut |
|
|---|
| PGSI Medan akan Gelar Pelatihan Pelatih Tingkat Dasar |
|
|---|
| Wakil Wali Kota Zakiyuddin Sebut Pemko Siap Dukung Koperasi Merah Putih di Medan |
|
|---|
| Sidak WFH Pemko Medan, Inspektorat Temukan Dua ASN Bolos Kerja |
|
|---|
| 1.017 Warga Medan Kerja ke Luar Negeri selama Januari hingga Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-pengendara-yang-melakukan-pengisian-BBM-di-SPBU-14202118-atau-yang.jpg)