Berita Medan
Tangis Rumiatik Sibarani Pecah, Kaget Dengar Anak Kedua Diduga Korban Pencabulan oleh Tetangganya
Menurut Rumiatik, kejadian bermula saat K pergi membeli jajanan di kedai milik Wak Ahmad yang tak jauh dari rumah mereka.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Ayu Prasandi
Setelah mendengar perkataan anaknya, Rumiatik pun menangis histeris, sementara itu anaknya yang jadi korban menangis selama dua hari.
"Mendengar itu, aku langsung refleks menjerit, 'Ya Allah, Ya Rabbi!', sampai aku oleng. Anakku nangis terus, malam Jumat sampai malam Sabtu dia nangis-nangis saja," kenangnya.
Atas kejadian tersebut, Rumiatik pun membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan.
Ia melaporkan dugaan Tindak Pidana Pencabulan, Pasal 414 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, subsider Pasal 415.
Rumiatik mengaku syok mendengar pengakuan anaknya. Namun rasa syok itu berubah menjadi kemarahan setelah ia mendengar cerita dari warga lain.
"Katanya memang dia (Wak Ahmad) sering menyayangi anak-anak. Cuman tetangga-tetangga bilang, memang dia sering kayak gitu. Cuma baru kali ini yang ketahuan," ujarnya.
Lebih lanjut, korban pun mengungkap bahwa pelaku diketahui masih bertetangga. Kedai jajannya juga kerap dikunjungi anak-anak kecil di lingkungan tersebut.
Rumiatik yang memiliki empat orang anak dengan anak bungsu masih berusia satu setengah bulan mengaku trauma berat.
Baginya, keadilan bukan sekadar tuntutan, melainkan kebutuhan.
"Harapanku, anakku dapat keadilan yang seadil-adilnya. Ditangkap (pelaku). Aku dapat keadilan. Setidaknya bukan cuma anakku yang trauma, aku sebagai mamanya juga lebih trauma," pintanya sambil menahan isak.
(Cr9/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Satpam di Medan Nekat Curi Cincin Emas dan Uang Rp4 Juta dari Kamar Kost Rekan Sendiri |
|
|---|
| Sapa Warga di Medan Timur, Rico Waas Bawa Kepala Dinas Selesaikan Keluhan Warga |
|
|---|
| Rico Waas Respons Warga Marelan untuk Perbaiki Jalan Rusak: Dua Titik Dibeton Bulan Ini |
|
|---|
| Proyek Sampah Jadi Listrik di Medan Dipusatkan di Marelan, Pemko Dinilai Siap untuk MoU |
|
|---|
| Jaksa Ajukan Banding Vonis Bebas Junara Kasus Penganiayaan di Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rumiatik-Sibarani-menangis-histeris-mengingat-anaknya-menjadi.jpg)