Kecelakaan Bus ALS di Muratara
5 Penumpang Asal Sumut Korban Laka Maut Bus ALS Berhasil Diidentifikasi
Humas PT ALS, Alwi Matondang membenarkan peristiwa kecelakaan hebat hingga menewaskan para penumpang dan sopir dan kernet serta dua sopir truk tangki.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sebanyak lima penumpang asal Sumatera Utara (Sumut) telah berhasil diidentifikasi oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan usai kecelakaan maut antara Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki di Jalan Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).
Berikut data korban kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki BBM:
Korban Meninggal Dunia
1. Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.
2. Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah.
4. Saf (50), kernet Bus ALS, warga Medan.
5. Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan.
Baca juga: Profil dan Sejarah Bus ALS, 2 Kali Tanggal 6 Mei Selalu Ada Penumpang Tewas
6. Relodo, penumpang Bus ALS.
7. Zulkifli, penumpang Bus ALS.
8. Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.
9. Rani, penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.
10. Bela, penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.
11. Celinton, penumpang Bus ALS
12. Hisyamsiah Bachri, penumpang Bus ALS
13. Sukardi, penumpang Bus ALS
14. Salim, penumpang Bus ALS
15. Budiyanto, penumpang Bus ALS
16. Barhul Ulum, penumpang Bus ALS
Korban Selamat
1. Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
2. Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kernet Bus ALS, warga Riau — mengalami luka lecet atau luka ringan.
Kronologi
Kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ini melibatkan mobil bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL dan mobil tangki R6 bernomor polisi BG-8196-QB.
Peristiwa tragis ini diduga saat bus ALS dari Semarang menuju Medan, Sumatra Utara (Sumut), berusaha menghindari lubang jalan.
Namun, sopir kehilangan kendali sehingga berbelok ke jalur kanan dan menabrak truk tangki dari arah berlawanan.
Akibatnya, dua kendaraan tersebut terbakar hingga menyebabkan 16 orang tewas.
"Hingga saat ini, tercatat total korban sebanyak 20 orang, terdiri dari 16 orang meninggal dunia, 3 orang luka berat, dan 1 orang luka ringan," kata Nandang, Kamis (7/5/2025).
Korban Ariyanto Baru Menikah
Terpisah, duka mendalam menyelimuti keluarga Ariyanto, warga Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Sumsel.
Ariyanto merupakan yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi truk tangki BBM.
Pada saat kejadian, ia sedang menjalankan tugas untuk melakukan loading atau pembongkaran muatan minyak di kawasan Simpang Jene, Kabupaten Musi Rawas
Perjalanan kerja yang awalnya berlangsung seperti biasa itu berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawanya.
Dalam insiden tersebut, Ariyanto dilaporkan tewas terbakar di lokasi kejadian.
Tak hanya dirinya, seorang penumpang bernama Martono juga turut menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis itu.
Peristiwa nahas tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar korban maupun warga sekitar.
Tangis dan kesedihan menyelimuti rumah duka setelah kabar meninggalnya Ariyanto tersebar ke kerabat dan tetangga.
Almarhum diketahui meninggalkan tiga orang anak yang kini harus kehilangan sosok ayah mereka untuk selamanya.
Dari ketiga anak tersebut, dua sudah beranjak dewasa sementara satu lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Selain tiga orang anak, istri korban Ariyanto, Usbapermi, mengaku tak bisa berkata-kata dan tak mampu menyembunyikan kesedihannya.
Pasalnya, korban Ariyanto dan Usbapermi diketahui baru saja melangsungkan pernikahan.
"Tak bisa berkata-kata saya," kata Usbapermi kepada wartawan di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.
Dia menceritakan mendapat kabar sekira pukul 15.30 WIB. Ketika mendapat kabar itu, ia langsung pergi menuju Rumah Sakit Siti Aisyah.
"Dikabari langsung diminta datang ke TKP saat di jalan, soalnya langsung ke rumah sakit," ungkapnya.
Dia menceritakan, ketika peristiwa itu terjadi, suaminya hendak pergi menuju "bongkaran", sebutan untuk tempat bongkar BBM PT Seleraya.
Sebelum kejadian itu, Usbapermi mengatakan suaminya sempat singgah ke rumah dan menanyakan apakah ia ingin menitip beli nanas.
"Tidak ada firasat. Pukul 10.00 WIB dia mampir bilang mau titip beli nanas tidak," ujarnya.
Sementara itu, anak sulung korban, Rangga, mengungkapkan komunikasi terakhir dengan korban terjadi kemarin malam melalui telepon.
"Kami teleponan seperti biasa, tanya kabar saja," ungkapnya.
Kemudian sekira pukul 15.00 WIB, ia dikabari oleh keluarganya bahwa ayahnya kecelakaan di Kabupaten Muratara dan meninggal dunia.
"Saya sedang bekerja cuci steam, dikabari keluarga kalau kecelakaan, disuruh ke rumah sakit," ujarnya.
(Cr9/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Kernet Bus ALS Asal Sibolga Selamat, Lompat dari Jendela saat Tabrakan dengan Truk Tangki |
|
|---|
| Nama-nama 16 Korban Meninggal Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki, Pasutri dan Anaknya Turut Tewas |
|
|---|
| PAMIT Terakhir Sopir Truk BBM ke Istri Sebelum Tewas Tabrakan dengan Bus ALS, Sempat Pulang ke Rumah |
|
|---|
| Profil dan Sejarah Bus ALS, 2 Kali Tanggal 6 Mei Selalu Ada Penumpang Tewas |
|
|---|
| Hasil Olah TKP Polisi Kecelakaan Maut Bus ALS dengan Truk Tangki, Hindari Lubang Ambil Jalur Kanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BUS-KECELAKAAN-MAUT-Kondisi-bus-ALS-yang.jpg)