Hari Buruh di Sumut
Massa Buruh Laksanakan Salat Jumat di Ruas Jalan Brigjen Katamso Medan Sebelum ke Pusat Kota
Ratusan massa yang tergabung dalam berbagai elemen buruh, berkumpul di ruas Jalan Brigjen Katamso Medan.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Ratusan massa yang tergabung dalam berbagai elemen buruh, berkumpul di ruas Jalan Brigjen Katamso Medan, tak jauh dari Istana Maimun, Jumat (1/5/2026).
Mereka berkumpul sambil membawa spanduk bertuliskan tuntutan, pengeras suara.
Memakai kaus berwarna merah, massa menutup 1 ruas jalan yang mengarah dari Simpang Ir Juanda, menuju ke pusat Kota Medan.
Jalan ditutup menggunakan mobil yang ditumpangi pengunjukrasa.
Di tengah-tengah jalan, sekitar puluhan orang sedang khidmat mendengar ceramah salat Jumat.
Mereka duduk bersila di atas aspal hitam beralaskan spanduk.
Sedangkan penceramah yang mengenakan kemeja kotak-kotak, peci hitam berdiri di depan sambil memegang pengeras suara.
Para jemaah yang beribadah tampak khidmat mendengar ceramah.
Setelah khutbah, puluhan jemaah melaksanakan salat Jumat secara khusyuk, ditutup dengan saling bersalaman.
Didi Herdianto (45), pimpinan aksi dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (Akbar Sumut) sekaligus pimpinan buruh, mengungkap alasan mereka salat Jumat di ruas jalan, meski tak jauh dari masjid Raya.
Ia mengatakan, hal ini sudah disepakati sebelum mereka melakukan demonstrasi.
Sebab, ketika berada di lapangan, situasi sedikit terhalang.
"Karena di daerah yang waktunya lambat, terhalang, maka kita bersepakat dimanapun berada, disitu melaksanakan salat Jumat,"kata Didi Herdianto, Jumat (1/5/2026).
Pantauan di lokasi, karena 1 ruas jalan ditutup, arus lalu lintas sedikit terhambat.
Petugas mengalihkan jalur dari arah pusat Kota Medan, ke arah Underpass Titi Kuning menjadi 2 arah.
Kendaraan terlihat memperlambat kecepatan motor, maupun mobil.
Didi menjelaskan, ratusan orang ini terdiri dari berbagai elemen buruh, aktivis, kelompok tani, pemuda, dan berbagai lainnya.
Beberapa diantaranya Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), SPMS, serta mahasiswa.
Mereka berencana berunjukrasa ke pusat Kota Medan atau lapangan merdeka.
Kemudian, mereka juga rencananya akan ke kantor DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol, dan kantor Gubernur Sumut.
Menurut Didi, aksi demonstrasi pada peringatan hari buruh Internasional ini karena masih banyak pekerja belum mendapatkan haknya sepenuhnya.
Apalagi, para pekerja tidak memperoleh perlindungan hukum dari negara.
"Harapan kami, sebagai masyarakat kelas pekerja di Sumut menyatakan sikap kepada negara, pada hari ini kawan-kawan belum mendapatkan hak sepenuhnya. Terutama, perlindungan jaminan hukum tidak diberikan oleh negara secara pasti."
(Cr25/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pidato Prabowo di Panggung May Day: Saya Sudah Pertaruhkan Nyawa tapi Banyak Elit Curi Uang Rakyat |
|
|---|
| Hari Buruh atau May Day di Medan, 38 Ruas Jalan Sempat Ditutup, 5 Titik Jadi Pusat Kumpul Buruh |
|
|---|
| Kronologis Terbongkarnya Kematian Bayi Perempuan di Deli Serdang yang Diduga Dianiaya Orangtua |
|
|---|
| Bayi Perempuan Berusia 3 Minggu di Deli Serdang Tewas Diduga Dianiaya Orangtuanya |
|
|---|
| Sistem Baru Outsourcing, Kini Cuma Bisa Untuk 6 Bidang Pekerjaan, Diteken Menaker Jelang May Day |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Momen-puluhan-pengunjukrasa-hari-buruh-Internasional-melaksanakan-salat-Jumat-1.jpg)