Hari Buruh

Daftar Acara Seremoni dan Lokasi Hari Buruh atau May Day di Medan 1 Mei 2026, Buruh Terpecah!

Ada dua titik lokasi peringatan Hari Buruh di Kota Medan. Satu di Pardede Hall, dan satunya lagi di Gor Serbaguna Pemprov Sumut.

Tayang:
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DOK
Sejumlah buruh dari berbagai elemen mengikuti lomba tarik tambang saat memperingati Hari Buruh Internasional, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/5/2019).TRIBUN MEDAN/DOK 
Ringkasan Berita:
  • Peringatan Hari Buruh atau May Day 1 Mei 2026 di Kota Medan dilaksanakan di beberapa tempat
  • Ada yang memperingatinya bersama pemerintah sambil bagi-bagi hadiah
  • Kelompok buruh yang konsisten turun ke jalan adalah FSPMI
  • FSPMI menegaskan pihaknya tidak mau ikut acara seremoni yang dibuat pemerintah

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Organisasi buruh di Kota Medan dan sekitarnya dipastikan terpecah saat perayaan Hari Buruh atau May Day 1 Mei 2026.

Sebab, beberapa massa buruh ada yang lebih memilih 'mesra' dan berkumpul bersama pemerintah, ada juga yang memilih tetap turun ke jalan.

Di Kota Medan, setidaknya terdapat dua tempat perayaan Hari Buruh.

Baca juga: Hari Ini 18 Ruas Jalan di Kota Medan Ditutup dari Pukul 16.00 WIB, Silakan Cari Jalur Alternatif

Aksi memperingati Hari Buruh Internasional di depan Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (1/5/2024).
Aksi memperingati Hari Buruh Internasional di depan Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (1/5/2024). (TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA)

Dua lokasi ini dijadikan tempat seremoni para buruh agar tidak turun ke jalan.

Kedua lokasi itu ada di Pardede Hall, Jallan DR. TD Pardede, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kemudian, lokasi lainnya ada di GOR Serbaguna Pemprov Sumut yang ada di Jalan Willem Iskandar No.9, Desa Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Di Pardede Hall, pelaksana kegiatan adalah Pemko Medan bersama perwakilan kelompok buruh.

Baca juga: Cuaca Medan Hari Ini 29 April 2026, Langkat Berpotensi Hujan Ringan

Antoni Pasaribu, perwakilan buruh mengatakan, nantinya Wali Kota Medan Rico Waas diharap bisa hadir ke lokasi tersebut. 

“Selama ini hubungan dengan Pemko Medan, khususnya Pak Wali Kota, berjalan baik. Kami berharap beliau bisa hadir memberikan arahan dan dukungan langsung kepada para buruh,” katanya, Selasa (28/4/2026), usai melakukan audiensi dengan Rico Waas di Balai Kota Medan.

Sementara itu, di GOR Pemprov Sumut, pelaksana kegiatan seremoni Hari Buruh adalah Pemprov Sumut, dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan.

Baca juga: Ramalan Shio Hari Ini 29 April 2026, 5 Shio Paling Hoki Karena Energi Shio Ayam Air

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut, Yuliani Siregar mengatakan nantinya akan ada kegiatan donor darah dan doorprize bagi para buruh.

Tidak hanya itu, akan ada pemberian penghargaan bagi pejuang buruh.

"Ada kegiatan donor darah, pemberian penghargaan kepada pejuang-pejuang buruh. Dan ada doorprize hadiah untuk mereka," kata Yuliani, Minggu (19/4/2026).

Simpatisan dari Partai Buruh menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional di depan Kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Nomor 5, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (1/5/2024). Dalam aksinya, AKBAR Sumut membawa 10 tuntutan seperti pengupahan yang layak, hapuskan sistem kerja outsourcing, dan hapuskan batasan usia dalam perekrutan kerja.
Simpatisan dari Partai Buruh menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional di depan Kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Nomor 5, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Rabu (1/5/2024). Dalam aksinya, AKBAR Sumut membawa 10 tuntutan seperti pengupahan yang layak, hapuskan sistem kerja outsourcing, dan hapuskan batasan usia dalam perekrutan kerja. (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

Strategi Agar Tidak Turun ke Jalan

Kegiatan perayaan Hari Buruh atau May Day yang terpusat di gedung-gedung sengaja dilakukan pemerintah daerah agar massa buruh tidak turun ke jalan.

Baca juga: Kalender Jawa 29 April 2026 Weton Rabu Legi, Hindari Berutang

Selama ini, ketika pelaksanaan Hari Buruh, massa pekerja akan tumpah ruah ke gedung-gedung pemerintahan.

Umumnya, target aksi ada di Kantor Wali Kota Medan, Kantor Gubernur Sumut, DPRD Medan, dan DPRD Sumut.

Namun, untuk mencegah massa buruh melakukan aksi di jalan, pemerintah kemudian menggandeng sejumlah kelompok buruh agar bisa melaksanakan May Day di tempat-tempat yang sudah disediakan.

Dua tempat pelaksanaan Hari Buruh atau May Day yang sudah jelas adalah Pardede Hall dan GOR Serbaguna Pamprov Sumut.

Baca juga: AKBAR Sumut Bawa Patung Babi saat Gelar Aksi Memperingati Hari Buruh di Depan Kantor DPRD Sumut

"Kita diskusikan ke kawan-kawan agar tidak lagi turun ke jalan (saat May Day)," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut, Yuliani Siregar.
Namun, Yuliani juga tidak melarang jika ada massa buruh yang tetap ingin turun ke jalan.
"Tapi, ya, kawan-kawan masih mau turun ke jalan tidak masalah juga," tutupnya. 

FSPMI Tetap Turun ke Jalan

Dari sekian banyak massa buruh di Sumatera Utara, baru Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Deli Serdang yang menyatakan diri akan tetap turun ke jalan.
Mereka mengikuti arahan dari pimpinan pusat FSPMI di Jakarta.
"Kalau kami tetap turun ke jalan tepat tanggal 1 Mei nanti. Kami dari Deli Serdang akan turun ke jalan gabung bersama teman dari Medan, Binjai, Langkat untuk aksi di Kantor DPRD," kata Ketua Konsulat Cabang FSPMI Deli Serdang, Dedek, Rabu (15/4/2026).
Ia mengatakan, FSPMI tidak mau ikut-ikutan dalam acara seremoni yang diadakan pemerintah.
"Enggak ikut yang seremoni kami, karena sudah ada arahan dari pusat," tegas Dedek.
Dedek menekankan, ada beberapa hal yang akan tetap disuarakan kelompok buruh dalam May Day nanti.
"Saat ini buruh nuntut agar legislatif itu buat rencana UU baru, karena UU Cipta Kerja khusus klaster ketenagakerjaan sudah dibatalkan oleh MK tahun 2024. Kemarin itukan yang gugat dari Partai Buruh dan Serikat Kerja. Hasil putusan MK selambat-lambatnya 2 tahun harus ada UU baru," kata Dedek.
Selain itu, FSPMI juga mendesak pemerintah untuk menghapuskan sistem outscorshing yang merugikan para buruh.
Mereka juga mendesak agar pekerja tidak lagi dibayar dengan upah murah.
"Jadi terlepas nanti ada atau tidaknya dewan dan pejabat lain karena juga hari merah, kami tetap harus sampaikan aspirasi ini. Harus tetap turun ke jalan," katanya.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved