Berita Advertorial

Medan Jadi Gerbang Wisata Medis, Malaysia Healthcare Bawa 19 Rumah Sakit Terkemuka

Tingginya minat masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara, untuk mencari layanan kesehatan terpercaya di luar negeri.

|
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
MALAYSIA HEALTHCARE - Vice President of Marketing and Communications MHTC, Lokman Izam Abd Aziz, bersama jajaran Pemerintah Kota Medan berfoto usai pembukaan MHX Medan 2026 di Atrium Sun Plaza Medan, Jumat (24/4/2026). Pameran ini menghadirkan 19 rumah sakit terkemuka Malaysia untuk memberikan konsultasi kesehatan dan informasi layanan medis bagi masyarakat. 

Lokman menyebut kebutuhan layanan untuk kasus kompleks seperti kardiologi, onkologi, dan ortopedi terus meningkat. Karena itu, MHX Medan 2026 dihadirkan agar masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang jelas dan terpercaya terkait pilihan perawatan.

“Melalui MHX Medan 2026, kami membawa hospital-hospital terbaik dari Malaysia agar lebih dekat kepada komuniti Medan, sekaligus membolehkan para pelawat berinteraksi secara langsung dengan pakar dan memahami pilihan rawatan terbaik,” katanya.

Tahun 2026, lanjut dia, menjadi momentum penting melalui program Malaysia Year of Medical Tourism (MYMT) 2026, yang ditujukan mengangkat Malaysia sebagai destinasi wisata medis global berbasis kekuatan klinis, inovasi, dan pengalaman pasien yang menyeluruh.

Dalam kegiatan ini, MHTC hadir bersama 19 rumah sakit terkemuka Malaysia, di antaranya Island Hospital Penang, Institut Jantung Negara (IJN), Mahkota Medical Centre, Subang Jaya Medical Centre, Alpha IVF & Women’s Specialists, GenPrime Everlink Fertility Centre, Gleneagles Hospital Kuala Lumpur, Gleneagles Hospital Penang, Hospital Picaso, Damansara Specialist Hospital 2, Johor Specialist Hospital, MSU Medical Centre, Northern Heart Hospital Penang, Optimax Eye Specialist Centre, Penang Adventist Hospital, Prince Court Medical Centre, Sunway Medical Centre Sunway City Kuala Lumpur, Sunway Medical Centre Penang dan Thomson Hospital Kota Damansara.

Melalui MHX Medan 2026, pengunjung dapat berkonsultasi langsung tanpa biaya dengan perwakilan rumah sakit Malaysia, memperoleh informasi berbagai pilihan perawatan dan promo yang tersedia, serta mendapatkan saran medis terpercaya di bidang yang banyak diminati pasien Indonesia seperti kardiologi, onkologi, ortopedi, fertilitas, dan medical check-up.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan, Henny Safitri Lubis, menyampaikan Pemerintah Kota Medan terus memperkuat sistem kesehatan daerah.

Saat ini capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Medan telah mencapai 100,12 persen, melampaui standar nasional minimal 98 persen, dan menjadi dasar raihan UHC Award 2022.

Ia menjelaskan, Pemko Medan juga merevitalisasi 38 puskesmas serta membangun tiga puskesmas baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam penanganan stunting, pada 2022 terdapat 6.200 balita mengalami stunting dan menjadi sasaran intervensi pemerintah melalui layanan kesehatan dasar serta edukasi keluarga. Sementara pada 2026, tercatat 162 balita teridentifikasi mengalami stunting dari 206 balita yang diperiksa.

“Data ini menunjukkan bahwa upaya penanganan stunting di Kota Medan perlu dilakukan secara komprehensif melalui penguatan layanan puskesmas, pemantauan pertumbuhan balita, serta intervensi berbasis keluarga,” ujarnya.

Henny menambahkan, momentum MHX Medan 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kerja sama antarnegara di bidang kesehatan, khususnya pertukaran pengetahuan, teknologi medis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan.

Sementara itu, Consul General of Malaysia in Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, menilai kepercayaan menjadi faktor utama berkembangnya Malaysia sebagai destinasi wisata kesehatan.

“Kalau mahu berubat, pesan saya, ayo ke Malaysia,” katanya disambut tawa hadirin.

Menurutnya, pasien datang bukan hanya mencari pengobatan, tetapi juga harapan, ketenangan, dan keyakinan. Karena itu rumah sakit Malaysia diharapkan bukan sekadar berorientasi komersial, melainkan memahami kebutuhan emosional pasien.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Medan terhadap penyelenggaraan expo tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya dilihat dari sisi kesehatan, tetapi juga mendorong sektor pariwisata kedua negara.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved