Medan Terkini

Penurunan Penumpang Diprediksi Terjadi Satu hingga Dua Pekan ke Depan imbas Lonjakan Harga Avtur

Lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) akibat konflik geopolitik global diperkirakan belum langsung berdampak pada jumlah penumpang.

|
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
BANDARA KUALANAMU - Penumpang domestik tiba di Bandara Kualanamu, Sabtu (14/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) akibat konflik geopolitik global diperkirakan belum langsung berdampak pada jumlah penumpang di Bandara Internasional Kualanamu. Namun, penurunan trafik diyakini akan mulai terlihat dalam waktu dekat.

Ketua Komunitas Penerbangan Bandara Internasional Kualanamu, Rahmat Iskandar Dinata, memprediksi penurunan jumlah penumpang baru akan terjadi dalam satu hingga dua pekan ke depan.

Menurutnya, kondisi saat ini masih relatif stabil karena sebagian besar penumpang telah membeli tiket sebelum harga mengalami penyesuaian akibat kenaikan avtur.

“Untuk saat ini trafik masih stabil karena pembelian tiket dilakukan sebelum harga naik. Namun, dalam satu hingga dua minggu ke depan kemungkinan akan mulai terlihat penurunan penumpang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga avtur yang signifikan akan berdampak langsung pada tarif tiket pesawat. Ketika harga tiket meningkat, daya beli masyarakat berpotensi menurun, terutama untuk perjalanan non-prioritas seperti wisata.

Pantauan Tribun Medan juga menunjukkan adanya kenaikan harga tiket pada sejumlah rute domestik dari Medan, seperti rute Medan–Jakarta yang naik sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, serta rute Medan–Bali yang turut mengalami penyesuaian harga.

Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, menyampaikan bahwa untuk Kualanamu saat ini volume kegiatan penerbangan masih normal. 

“Kalaupun terdapat perbandingan jumlah penumpang pada periode yang sama, belum dapat dipastikan hal itu merupakan dampak langsung dari kenaikan avtur, mengingat pembelian tiket pesawat umumnya dilakukan beberapa waktu sebelumnya,” ungkapnya.

Menurutnya, jika saat ini terjadi penurunan jumlah penumpang, kondisi tersebut lebih dipengaruhi siklus normal pasca arus balik Angkutan Lebaran, di mana biasanya memang terjadi penurunan setelah masa peak season.

Kondisi ini dinilai menjadi indikator awal bahwa efek kenaikan biaya operasional maskapai mulai diteruskan ke konsumen. 

Jika tren ini berlanjut, maka penurunan jumlah penumpang diperkirakan tidak dapat dihindari dalam waktu dekat.

Selain itu, faktor psikologis masyarakat terhadap isu global dan ketidakpastian ekonomi juga berpotensi memperkuat penurunan minat bepergian menggunakan transportasi udara.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved