Medan Terkini
Penurunan Penumpang Diprediksi Terjadi Satu hingga Dua Pekan ke Depan imbas Lonjakan Harga Avtur
Lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) akibat konflik geopolitik global diperkirakan belum langsung berdampak pada jumlah penumpang.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) akibat konflik geopolitik global diperkirakan belum langsung berdampak pada jumlah penumpang di Bandara Internasional Kualanamu. Namun, penurunan trafik diyakini akan mulai terlihat dalam waktu dekat.
Ketua Komunitas Penerbangan Bandara Internasional Kualanamu, Rahmat Iskandar Dinata, memprediksi penurunan jumlah penumpang baru akan terjadi dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Menurutnya, kondisi saat ini masih relatif stabil karena sebagian besar penumpang telah membeli tiket sebelum harga mengalami penyesuaian akibat kenaikan avtur.
“Untuk saat ini trafik masih stabil karena pembelian tiket dilakukan sebelum harga naik. Namun, dalam satu hingga dua minggu ke depan kemungkinan akan mulai terlihat penurunan penumpang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga avtur yang signifikan akan berdampak langsung pada tarif tiket pesawat. Ketika harga tiket meningkat, daya beli masyarakat berpotensi menurun, terutama untuk perjalanan non-prioritas seperti wisata.
Pantauan Tribun Medan juga menunjukkan adanya kenaikan harga tiket pada sejumlah rute domestik dari Medan, seperti rute Medan–Jakarta yang naik sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, serta rute Medan–Bali yang turut mengalami penyesuaian harga.
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, menyampaikan bahwa untuk Kualanamu saat ini volume kegiatan penerbangan masih normal.
“Kalaupun terdapat perbandingan jumlah penumpang pada periode yang sama, belum dapat dipastikan hal itu merupakan dampak langsung dari kenaikan avtur, mengingat pembelian tiket pesawat umumnya dilakukan beberapa waktu sebelumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, jika saat ini terjadi penurunan jumlah penumpang, kondisi tersebut lebih dipengaruhi siklus normal pasca arus balik Angkutan Lebaran, di mana biasanya memang terjadi penurunan setelah masa peak season.
Kondisi ini dinilai menjadi indikator awal bahwa efek kenaikan biaya operasional maskapai mulai diteruskan ke konsumen.
Jika tren ini berlanjut, maka penurunan jumlah penumpang diperkirakan tidak dapat dihindari dalam waktu dekat.
Selain itu, faktor psikologis masyarakat terhadap isu global dan ketidakpastian ekonomi juga berpotensi memperkuat penurunan minat bepergian menggunakan transportasi udara.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Fakta Dugaan Penganiayaan Kepala SPPG Tegal Sari Mandala III, Berawal dari Cekcok Internal |
|
|---|
| Terlibat Cekcok dengan Ketua Yayasan, Kepala SPPG Tegal Sari Mandala III Diduga Dianiaya Pengawas |
|
|---|
| 9 Unit Mobil Pemadam Kebakaran Diturunkan untuk Memadamkan Kebakaran di Medan Marelan |
|
|---|
| Kejati Sumut Geledah Kantor BPN Medan dan Sumut, Dugaan Korupsi Tol Medan-Binjai |
|
|---|
| Kebakaran Panglong Cat di Medan Marelan, Satu Wanita yang Terjebak di Lantai 3 Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penumpang-domestik-tiba-di-Bandara-Kualanamu-Sabtu-1432026-1.jpg)