Medan Terkini
Dari Dapur Rumah ke Pasar Digital, Adel Bawa UMKM Medan Naik Kelas
Dari dapur sederhana di rumah, langkah kecil itu kini mulai membawa mimpi besar bagi Adel (Adela Zahra Aulia).
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN — Dari dapur sederhana di rumah, langkah kecil itu kini mulai membawa mimpi besar bagi Adel (Adela Zahra Aulia).
Di usia yang baru 17 tahun, pelaku UMKM muda ini sudah berani menapaki dunia usaha dengan brand camilan berbahan dasar pisang, Dilola Snack.
Usaha yang dirintis sejak masa pandemi Covid-19 itu bermula dari hal sederhana—menjual ke teman-teman terdekat, dibantu keluarga, sambil belajar memahami dunia bisnis secara perlahan.
“Saya awalnya jualan dari rumah saja, mulai dari masa Covid. Promosi ke teman-teman, pelan-pelan belajar bisnis,” ujar Adel saat ditemui dalam kegiatan Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan dan digitalisasi, bekerja sama dengan platform marketplace Lazada.
Bagi Adel, memilih berwirausaha di usia muda bukan tanpa alasan. Ia ingin mandiri sejak dini sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih luas.
“Motivasi saya, dari muda kita sudah mulai usaha supaya ke depan bisa lebih sukses. Jangan cuma diam di rumah,” katanya.
Perjalanan usahanya pun tidak instan. Produksi Dilola Snack saat ini masih menyesuaikan permintaan pasar, berkisar antara 100 hingga 200 bungkus. Namun bagi Adel, proses itu adalah bagian penting dari perjalanan naik kelas.
Pelatihan digital yang diikutinya menjadi titik baru dalam pengembangan usahanya. Ia mengaku mendapatkan wawasan sekaligus dorongan untuk lebih serius mengembangkan bisnis.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kita jadi belajar bagaimana mengembangkan bisnis supaya lebih baik lagi,” ungkapnya.
Tak hanya itu, tantangan dari Wali Kota Medan agar pelaku UMKM berani “naik kelas” turut membakar semangatnya. Adel menyadari, membangun usaha membutuhkan waktu, konsistensi, dan keberanian untuk terus mencoba.
“UMKM itu memang tidak langsung besar, tapi pelan-pelan bisa naik kelas,” ujarnya.
Kini, Adel menatap masa depan dengan optimisme. Ia berharap usahanya dapat berkembang lebih luas, baik dari sisi produksi maupun pemasaran, terutama melalui pemanfaatan platform digital.
Di tengah semangat itu, Adel juga menyampaikan pesan sederhana namun kuat bagi generasi muda seusianya.
“Walaupun masih muda, harus tetap berjuang. Jangan hanya diam di rumah,” imbuhnya.
Kisah Adel menjadi potret tumbuhnya semangat baru UMKM di Kota Medan, dari usaha rumahan menuju pasar digital. Dengan dukungan pelatihan dan program berkelanjutan dari Pemko Medan, pelaku UMKM muda seperti Adel mulai berani bermimpi lebih besar: tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi daerah.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Penyidik Satreskrim Polrestabes Medan Dilaporkan ke Propam, Kasus Pencemaran Nama Baik Macet 6 Tahun |
|
|---|
| Pernikahan Meningkat di Bulan Syawal, Kemenag Pastikan Layanan KUA di Sumut Tetap Normal meski WFA |
|
|---|
| Tabrakan di Jalan Sutrisno Medan, Dua Motor Ludes Terbakar dan Pengendara Alami Luka Bakar Serius |
|
|---|
| Wali Kota Rico Waas Pimpin Apel Perdana, Targetkan 2.001 Poskamling Medan Aktif Tahun Ini |
|
|---|
| Kebakaran di Jalan Abdullah Lubis Medan, Bingo Cafe Ludes Dilalap Si Jago Merah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Adel-Adela-Zahra-Aulia-Di-usia-yang-baru-17-tahun-pelaku-UMKM.jpg)