Lebaran 2026

Salat Id di Lapangan Merdeka, Ini Makna Lebaran Bagi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin

Suasana hangat dan penuh keakraban terasa usai pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (21/3/2026). 

|
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
SALAT ID - Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin usai sholat Idul Fitri 2026 di Lapangan Merdeka Medan sampaikan rencana mudik, Sabtu (21/3/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa usai pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (21/3/2026). 

Di tengah momen hari kemenangan, masyarakat tampak saling bersalaman, berpelukan, dan bermaaf-maafan, menandai Idulfitri sebagai waktu untuk kembali membersihkan hati dan mempererat kebersamaan.

Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, juga menyampaikan pesan penuh makna kepada masyarakat di momen Lebaran tersebut. Menurutnya, Idulfitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk saling memaafkan dan memperbaiki diri.

“Di hari kemenangan ini saling memaafkan. Semoga semuanya semakin bersih dan baik di Pemko Medan," ujarnya dengan wajah semringah. 

Ucapan itu disampaikan di tengah suasana Lapangan Merdeka yang masih dipenuhi warga. Banyak di antara mereka memanfaatkan kesempatan untuk bersalaman langsung dan berfoto bersama setelah salat Id selesai dilaksanakan.

Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, Zakiyuddin juga menyampaikan rencananya pulang kampung ke Kabupaten Padang Lawas (Palas) pada hari kedua Lebaran. Ia pun mengajak warga yang untuk bersua silaturahmi. 

“Acara tahun ini hari kedua saya pulang kampung ke Palas. Jumpa di Gurilla kita ya, datang ya,” katanya.

Ajakan itu disambut hangat oleh warga. Bagi banyak orang, momen Lebaran memang bukan hanya menjadi waktu berkumpul bersama keluarga, tetapi juga kesempatan mempererat hubungan dengan para pemimpin daerah dalam suasana yang lebih cair dan akrab.

Usai Salat Id, Lapangan Merdeka masih diramaikan warga yang enggan segera beranjak. Sebagian sibuk mengabadikan momen, sebagian lain berbincang santai sembari menikmati suasana pagi Lebaran yang sarat rasa syukur dan kebersamaan.

Idulfitri di jantung Kota Medan tidak hanya menjadi perayaan ibadah, tetapi juga menghadirkan potret kedekatan antara pemimpin dan masyarakat dalam balutan suasana yang hangat dan humanis.

Pada salat Idulfitri ini, sholat berjemaah diimami oleh Ustaz sekaligus Qori Nasional, Adnan Tumangger. Suaranya merdu, dan mengenak di hati, seolah ayat yang dibaca hingga menangis di rakaat kedua menegaskan makna syukur dan keagungan Tuhan.

(Dyk/Tribun-Medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved