Medan Terkini
Libur Lebaran Jadi Momen Berharga bagi Pelatih PSMS Eko Purdjianto, Bisa Pulang Bertemu Keluarga
Momen libur menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu yang paling dinantikan oleh Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Momen libur menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu yang paling dinantikan oleh Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto.
Di tengah kesibukannya menukangi tim berjuluk Ayam Kinantan sepanjang musim kompetisi, pelatih berusia 50 tahun itu akhirnya memiliki kesempatan untuk pulang kampung ke Semarang dan berkumpul bersama keluarga tercinta.
Bagi Eko, libur Lebaran bukan sekadar waktu istirahat dari rutinitas sepak bola. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan berharga untuk melepas rindu dengan keluarga yang selama ini kerap ia tinggalkan karena tuntutan profesinya sebagai pelatih.
Ia mengaku sudah terbiasa hidup jauh dari keluarga sejak usia remaja. Bahkan sejak duduk di bangku kelas 3 SMP, Eko sudah sering berada di luar kota untuk mengejar karier di dunia sepak bola.
“Bukan hanya sekarang saja. Sejak kelas 3 SMP saya sudah sering berada di luar kota. Jadi momen seperti ini tentu sangat saya tunggu,” ungkap Eko kepada Tribun Medan.
Karena itu, libur Lebaran tahun ini akan dimanfaatkannya sebaik mungkin untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di kampung halaman. Baginya, keluarga adalah alasan utama ia terus bekerja keras di dunia sepak bola.
“Ya tentu saya akan manfaatkan sebaik mungkin momen bersama keluarga ini. Kita bekerja juga untuk keluarga, jadi momen Lebaran ini harus benar-benar dimanfaatkan bersama mereka,” katanya.
Selain berkumpul bersama keluarga, Eko juga memiliki sejumlah tradisi yang selalu dilakukan setiap tahun saat Lebaran. Salah satunya adalah bersilaturahmi dengan orang tua serta melakukan sungkeman sebagai bentuk penghormatan dan permohonan maaf.
Tidak hanya itu, ia juga menyempatkan diri untuk melakukan ziarah ke makam para leluhur dan kerabat dekat yang telah berpulang.
“Biasanya setiap tahun kalau Lebaran kami selalu ke orang tua dulu. Setelah itu sungkeman, lalu ziarah ke makam leluhur dan orang-orang terdekat. Itu sudah menjadi tradisi di keluarga kami,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya sebagai pelatih profesional, Eko tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama dalam kehidupannya. Ia diketahui memiliki tiga orang anak, yakni dua putra dan satu putri, yang selalu menjadi sumber semangatnya dalam bekerja.
Karena itu, ia berharap bulan Ramadan dan momen Lebaran tahun ini dapat dilalui dengan penuh kebahagiaan dan kesehatan bersama keluarga.
“Yang pasti kita semua berharap keluarga selalu sehat. Di bulan Ramadan ini semoga kita semua bisa menjalankan ibadah dengan baik, dan saat Lebaran nanti kita bersyukur bisa berkumpul bersama keluarga,” ucapnya.
Di sisi lain, Eko juga menyimpan harapan besar terhadap perjalanan kariernya sebagai pelatih. Ia berharap segala target dan cita-cita yang ingin dicapai dalam pekerjaannya dapat terwujud di masa mendatang.
“Harapannya tentu prestasi dalam pekerjaan juga bisa tercapai, apa yang saya cita-citakan bisa terwujud,” pungkasnya.
(Cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Fakta Dugaan Penganiayaan Kepala SPPG Tegal Sari Mandala III, Berawal dari Cekcok Internal |
|
|---|
| Terlibat Cekcok dengan Ketua Yayasan, Kepala SPPG Tegal Sari Mandala III Diduga Dianiaya Pengawas |
|
|---|
| 9 Unit Mobil Pemadam Kebakaran Diturunkan untuk Memadamkan Kebakaran di Medan Marelan |
|
|---|
| Kejati Sumut Geledah Kantor BPN Medan dan Sumut, Dugaan Korupsi Tol Medan-Binjai |
|
|---|
| Kebakaran Panglong Cat di Medan Marelan, Satu Wanita yang Terjebak di Lantai 3 Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pelatih-Kepala-PSMS-Medan-Eko-Purdjianto-ketika.jpg)