Berita Viral
Dituduh Gelapkan Mobil, Plt Camat Medan Kota Endang Wastiani Bantah dan Klaim Jadi Korban
Selama 1 dekade lalu, Plt Camat Medan Kota merental mobil Poniah atau milik suaminya itu tapi tidak pernah dikembalikan.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Viral di media sosial Instagram seorang wanita membuat keributan di kantor Camat Medan Kota di Jalan Stadion, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan.
Wanita itu ialah Poniah, maksud kedatangannya tersebut untuk meminta penjelasan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Camat Medan Kota, Endang Wastiani yang telah menggelapkan satu mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi bernomor polisi BK 1027 GY milik almarhum suaminya bernama Kuldip Singh.
Selama 1 dekade lalu, Plt Camat Medan Kota merental mobil Poniah atau milik suaminya itu tapi tidak pernah dikembalikan.
"Sudah berulang kali diminta tapi tidak ada itikad baik dari beliau sampai sekarang. Poniah juga sudah berulang kali, melaporkan ke pihak berwajib,tapi laporannya sudah 9 tahun mangkrak," tulis akun Instagram Daily TV.
Sementara itu, Endang Wastiani, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Medan Kota, angkat bicara terkait viralnya video yang menuding dirinya melakukan penggelapan mobil.
Melalui juru bicaranya, Dedy, Endang dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa dirinya juga merupakan korban dalam kasus ini.
Dedi menjelaskan bahwa kronologi kejadian sebenarnya bermula dari laporan kehilangan yang dibuat oleh Endang pada 19 Juli 2016 lalu, di Polrestabes Medan.
Saat itu, Endang melaporkan hilangnya dua unit mobil, yaitu sebuah Avanza miliknya dan Kijang Innova milik Kuldip Singh.
"Ibu Endang melaporkan dua unit mobil, di mana dalam laporan tersebut tertulis pelakunya adalah Zulfachri, orang yang merental mobil tersebut," ujar Dedi, saat ditemui Tribun Meda, Minggu (22/2/2026).
Namun, satu setengah bulan setelah laporan tersebut, tepatnya pada 27 September 2016, Kuldip Singh malah melaporkan balik Endang atas dugaan penggelapan mobil Innova.
Dedi mengaku pihaknya cukup terkejut dengan laporan balik tersebut.
"Perlu diketahui, Ibu Endang juga sebagai korban. Makanya beliau melaporkan kehilangan dua unit mobil, satu miliknya dan satu lagi milik Kuldip Singh. Kita ini sebenarnya adalah korban," tegasnya.
Dedi juga meluruskan soal keberadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Endang yang sempat disebut-sebut sebagai barang jaminan.
Ia menjelaskan, KTP itu dijaminkan saat Endang merental mobil Avanza milik Kuldip Singh untuk satu malam, karena mobil pribadinya sedang dipinjam oleh Zulfachri.
Setelah masa sewa selesai dan mobil dikembalikan, KTP tersebut juga dikembalikan kepada Endang.
| Rawan Penyimpangan. Kini BGN Bilang Libatkan Kejaksaan Awasi Anggaran Besar MBG 335 Triliun |
|
|---|
| MOTIF SAN Habisi Rahmadani Siagian, Demi Penuhi Kebutuhan Hasratnya, Sakit Hati Ditolak Gaya Lain |
|
|---|
| Akhir Hidup Rahma Siagian, Dihabisi di Atas Kasur OYO, Jasad Tanpa Busana Terbungkus Selimut |
|
|---|
| Tanggapan Dirjen Perhubungan, Mencuat Kabar Indonesia Hentikan Penerbangan ke Internasional |
|
|---|
| Kasus Penyerangan Andrie Yunus Dikaitkan dengan Prajurit, Kapuspen TNI Ungkap Penyelidikan Internal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-di-Kantor-Camat-Medan-Kota.jpg)