Kebakaran di Pasar Pekong Medan

Tangis Histeris Korban Kebakaran Pasar Pekong, 13 Ruko Hangus dalam Sejam

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api.

TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
Puluhan bangunan rumah di pajak pekong atau pajak pagi di Jalan Syahbudin Yatim, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, hangus terbakar, Rabu (18/2/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Tak kuasa menahan bendungan air mata, Miftah histeris saat melihat rumah yang telah lama ia tempati hangus dilalap si jago merah.

Peristiwa kebakaran hebat ini menghanguskan 13 deretan bangunan rumah toko (ruko), termasuk rumah miliknya, di Pasar Pekong, Jalan Syahbudin Yatim, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pascakebakaran, deretan bangunan tersebut hanya menyisakan puing-puing. Barang dagangan yang ikut terbakar tampak berserakan di tengah jalan.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berupaya memadamkan api.

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api.

Para pemilik rumah hanya bisa pasrah melihat bangunan yang telah berdiri puluhan tahun itu kini rata dengan tanah.

Barang-barang berharga milik mereka, termasuk dokumen penting dan barang dagangan, turut ludes terbakar.

Miftah mengaku melihat api berasal dari salah satu ruko pedagang pakaian sebelum akhirnya merambat ke bangunan lainnya, termasuk rumahnya.

"Api berasal dari rumah ruko pedagang baju, kemudian menyebar ke rumah lainnya," ucap Miftah sambil menangis histeris melihat rumahnya tak lagi tersisa.

Ia menceritakan, saat kejadian dirinya masih sempat keluar masuk rumah untuk melayani pembeli. Ketika melihat api mulai membesar, ia bergegas naik ke lantai dua untuk menyelamatkan barang berharga.

Namun saat turun kembali, api sudah semakin membara sehingga ia terpaksa menyelamatkan diri.

"Jadi enggak ada barang yang bisa diselamatkan, baik itu berkas dokumen maupun barang dagangan," ungkapnya.

Hal serupa dialami pedagang sembako, Jaelani. Saat kejadian, ia sedang melayani pembeli dan tidak mengetahui dari mana api berasal. Sementara itu, orang tuanya sedang tertidur di lantai dua.

Mendengar teriakan pedagang lain, Jaelani segera membangunkan orang tuanya untuk menyelamatkan diri.

Ia sempat mencoba menyelamatkan barang berharga, namun besarnya kobaran api dan banyaknya barang membuat sebagian besar dagangannya tidak dapat dievakuasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved