Honda DBL with Kopi Good Day

Perdana Tampil di DBL, Tim Putri Cinta Budaya Medan Libas SMAN 1 Binjai 30-6 di GOR Unpri

Tim putri SMA Nasional Plus Cinta Budaya Medan menunjukkan performa meyakinkan saat menaklukkan SMAN 1 Binjai.

|
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
SMANSA BINJAI VS CINTA BUDAYA - Pebasket putri SMA Nasional Plus Cinta Budaya Medan (hitam) saling berebut bola pebasket putri SMANSA Binjai pada lanjutan kompetisi Honda DBL di GOR Unpri, Medan, Senin (9/2/2026). Tim SMA Nasional Plus Cinta Budaya Medan berhasil unggul atas tim SMANSA Binjai dengan skor akhir 30-6. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Tim putri SMA Nasional Plus Cinta Budaya Medan menunjukkan performa meyakinkan saat menaklukkan SMAN 1 Binjai pada laga Honda DBL North Sumatra 2026 di GOR Unpri, Kota Medan, Senin (9/2/2026). Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang napas mereka di turnamen, tetapi juga menegaskan perkembangan kualitas tim putri Cinta Budaya yang baru pertama kali tampil di ajang DBL.

Sejak tip-off, anak-anak asuh Efrida Yanti Nasution langsung mengambil inisiatif permainan. Mereka tampil agresif tanpa kehilangan disiplin, terutama dalam menjaga area pertahanan. Skema pressing yang rapat membuat pemain SMAN 1 Binjai kerap terjebak dan kesulitan membangun serangan terstruktur. Di sisi lain, transisi cepat Cinta Budaya dari bertahan ke menyerang berjalan efektif, sehingga mereka mampu menciptakan sejumlah peluang dan menutup kuarter pertama dengan keunggulan 7-1.

Memasuki kuarter kedua, dominasi Cinta Budaya semakin terasa. Intensitas bertahan tetap tinggi, sementara pergerakan tanpa bola dan spacing antarpemain terlihat lebih rapi. Kondisi ini membuat SMAN 1 Binjai makin tertekan dan praktis tidak mampu menambah poin sepanjang kuarter. Sebaliknya, Cinta Budaya terus memperlebar jarak melalui kombinasi serangan set play dan fast break hingga menutup paruh pertama dengan skor 17-1.

Pada kuarter ketiga, SMAN 1 Binjai mulai beradaptasi dengan ritme permainan lawan. Mereka tampil lebih berani menekan, melakukan rotasi pertahanan yang lebih baik, dan beberapa kali berhasil menembus pertahanan Cinta Budaya untuk menambah poin. Meski demikian, kontrol permainan tetap berada di tangan Cinta Budaya yang mampu merespons tekanan dengan ketenangan dan menjaga keunggulan hingga skor menjadi 23-4.

Di kuarter terakhir, tempo pertandingan cenderung menurun karena kedua tim lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Cinta Budaya memilih bermain aman untuk mempertahankan keunggulan besar, sementara SMAN 1 Binjai berusaha menekan tanpa terburu-buru. 

Minimnya tambahan poin tidak mengubah fakta bahwa Cinta Budaya telah menguasai jalannya laga sejak awal. Pertandingan pun berakhir dengan skor 30-6 untuk kemenangan SMA Nasional Plus Cinta Budaya Medan.

Pelatih Kepala SMA Nasional Plus Cinta Budaya Medan, Efrida Yanti Nasution, mengakui bahwa dirinya sempat diliputi rasa cemas sebelum laga dimulai. Ketidaktahuan terhadap kekuatan lawan membuatnya berhati-hati dalam menyusun strategi awal.

“Pertama, perasaan saya sebenarnya deg-degan karena sebelumnya kami tidak pernah melihat tim lawan bertanding di mana pun. Kami juga belum pernah bertemu mereka, jadi saya pikir tim lawannya akan sangat sulit ditembus. Tapi Alhamdulillah, pemain-pemain saya bisa tampil baik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sejak awal latihan, dirinya memang menekankan pentingnya pertahanan yang kuat sesuai karakter permainan DBL yang menuntut intensitas tinggi dan organisasi tim yang rapi.

“Memang sudah diatur dari awal dan mengikuti peraturan dari DBL juga, jadi saya menuntut pemain saya untuk lebih kuat defense-nya dan lebih ngotot lagi,” ujarnya.

Menurut Efrida, kemenangan telak ini tidak hanya lahir dari strategi semata, tetapi juga didorong oleh motivasi besar para pemain yang ingin terus berkompetisi dan membuktikan diri di panggung DBL.

“Kuncinya mungkin dari semangat anak-anak. Mereka benar-benar ingin main lagi dan tidak mau pulang dengan tangan kosong,” tambahnya.

Meski puas dengan hasil akhir, Efrida tetap bersikap realistis dan melihat masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam konsistensi bertahan dan penyelesaian akhir di depan ring.

“Yang saya mau evaluasi itu lebih ke defense-nya lagi dan finishing-nya, karena masih banyak kesalahan dari statistik yang saya lihat tadi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa tantangan di DBL cukup berat, terlebih tim putri Cinta Budaya masih tergolong baru di kompetisi ini. Meski begitu, ia tetap memiliki target yang realistis namun ambisius.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved