Berita Medan

Pertahankan Resep Warisan Kue Bakul di Medan Ini Selalu Diburu Jelang Imlek, Target Produksi 900 Kg

Biasanya, kue bakul dipesan untuk kebutuhan sembahyang saat hari Imlek maupun setelah perayaan berlangsung.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
Pekerja menyusun kue Bakul di toko kue Phin-Phin, Jalan Dewa Ruci, Medan, Rabu (4/2/2026). Kue Bakul yang dijual dengan harga Rp20 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram tersebut merupakan menu khas yang selalu disajikan pada perayaan tahun baru Imlek. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Penjualan kue bakul jelang Tahun Baru Imlek 2026 mulai mengalami peningkatan.

Salah satunya terjadi di toko kue Phin Phin, Jalan Dewa Ruci, yang sudah mempertahankan produksi kue bakul tradisional selama kurang lebih 30 tahun.

Owner toko kue Phin Phin, Jhony Halim mengatakan, pihaknya mulai memproduksi kue bakul sejak dua minggu sebelum perayaan Imlek untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Biasanya, kue bakul dipesan untuk kebutuhan sembahyang saat hari Imlek maupun setelah perayaan berlangsung.

“Penjualan sudah mulai meningkat. Setiap tahun pasti naik, dan tahun ini juga meningkat lagi sekitar 20 persen,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Untuk tahun ini, toko menargetkan produksi mencapai sekitar 900 kilogram. Dalam sehari, produksi dilakukan bertahap mulai dari 70 kilogram.

Selain memenuhi pasar Medan, kue bakul juga dikirim ke luar daerah seperti Jakarta, Pekanbaru, dan Bali.

Menurut Jhony, lonjakan pembelian biasanya terjadi satu minggu sebelum Imlek. Tahun ini diperkirakan puncaknya terjadi sekitar 14 Februari 2026, saat masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan sembahyang dan perlengkapan Imlek.

Jhony menjelaskan, proses pembuatan kue bakul di tokonya masih mempertahankan cara tradisional untuk menjaga cita rasa khas.

Proses dimulai dari pengolahan tepung ketan yang dibuat sendiri. Tepung ketan kemudian dicampur dengan gula hingga menjadi adonan kental.

Setelah itu, adonan dimasukkan ke dalam cetakan, lalu dimasak menggunakan tungku api tradisional. Proses memasak ini memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 12 jam hingga kue matang sempurna.

Menurutnya, kualitas bahan menjadi kunci utama dalam pembuatan kue bakul.

“Karena kalau bahannya itu simpel, hanya dua bahan dasar, tepung ketan dan gula,” ungkapnya.

Ia menambahkan, menjaga ciri khas dan rasa otentik resep turun temurun menjadi komitmen utama agar pelanggan tetap loyal dari tahun ke tahun.

Kue bakul sendiri memiliki daya tahan cukup lama, yakni sekitar dua bulan dalam suhu ruang, sehingga memungkinkan produksi dilakukan lebih awal menjelang perayaan.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved