Medan Terkini
Pernak-pernik Imlek Laris Manis di Medan, Warga Antusias Sambut Tahun Kuda Api
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada tahun Kuda Api, aktivitas penjualan pernak-pernik khas Imlek .
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada tahun Kuda Api, aktivitas penjualan pernak-pernik khas Imlek di Kota Medan mulai mengalami peningkatan signifikan.
Sejumlah toko pernak-pernik terlihat ramai pengunjung sejak beberapa hari terakhir, menandakan antusiasme masyarakat dalam menyambut momen pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa tersebut.
Sejak memasuki awal Februari 2026, suasana toko pernak-pernik di sejumlah pusat perbelanjaan hingga kawasan perdagangan tradisional di Medan mulai berubah.
Toko-toko tampak dihiasi ornamen dominan warna merah dan emas yang melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan dalam budaya Tionghoa.
Seperti halnya toko pernak pernik di Jalan Brigdjen Katamso, sejumlah toko ritel modern dan beberapa lokasi lainnya di Medan.
Petugas penjualan pernak-pernik di salah satu toko di Medan, Rani (26) mengatakan, penjualan mulai meningkat dibandingkan hari biasa.
“Sudah mulai ramai sejak akhir Januari. Biasanya masyarakat beli lampion, angpao, gantungan shio, sampai dekorasi tulisan fu. Tahun ini juga banyak yang cari ornamen shio kuda,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, beberapa barang yang paling laris jelang Imlek antara lain lampion merah berbagai ukuran, amplop angpao motif terbaru, hiasan pintu bernuansa emas, hingga patung shio kuda sebagai simbol tahun yang akan datang.
Selain dekorasi, masyarakat juga mulai berburu kebutuhan makanan khas Imlek. Salah satu pembeli yang ditemui di ritel modern di Kota Medan, Angel (35) mengaku sengaja datang untuk membeli makanan khas serta pernak-pernik untuk mempercantik rumah.
“Sekalian cari kue keranjang, jeruk mandarin, sama pernak-pernik kecil untuk dekor rumah. Biar suasana Imlek terasa,” katanya.
Momentum Imlek di Medan tidak hanya identik dengan dekorasi merah dan emas, tetapi juga tradisi berkumpul bersama keluarga, berbagi angpao, serta menyiapkan hidangan khas seperti kue keranjang, manisan, dan aneka camilan tradisional Tionghoa.
Selain itu, menjelang Imlek biasanya pusat perbelanjaan hingga sejumlah kawasan mulai dipenuhi ornamen lampion yang digantung berderet, hiasan kaligrafi Tionghoa, serta dekorasi simbol keberuntungan lainnya.
Seperti Vihara Maitreya yang mulai melakukan pemasangan ribuan lampion warna warni.
Nuansa hangat dan meriah pun semakin terasa di tengah masyarakat yang bersiap menyambut tahun baru dengan harapan keberuntungan dan rezeki yang lebih baik.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Imlek
| Diancam Parang dalam Angkot di Medan, Dua Penumpang Wanita Nekat Melompat dan Satu Tak Sadarkan Diri |
|
|---|
| Dewa 19 Bakal Guncang Medan di Melofest Vol. 2, Baladewa Antusias Nantikan Konser |
|
|---|
| Sedot Anggaran Rp1,6 Miliar, Wali Kota Medan Rico Waas Soroti Venue MTQ ke-59 Medan Masih Berlumpur |
|
|---|
| Diduga Mencuri Buah Matoa, Seorang Pria di Medan Labuhan Tewas Dianiaya dengan Tangan Terikat |
|
|---|
| Hindari Lubang, Truk Tronton Hantam Mobil Mercy hingga Ringsek di Jalan Setia Budi Medan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Deretan-pernak-pernik-Tahun-Baru-Imlek-didominasi-warna-merah-dan-emas-dipajang.jpg)