Kebakaran Pabrik Swallow

Kebakaran Hebat Pabrik Swallow di Tanjung Mulia Medan

Kebakaran hebat terjadi di pabrik karet di kawasan Jl Yos Sudarso, Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Selasa malam pukul 22.30

|
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
Petugas kebakaran kota Medan berusaha memadamkan kebakaran yang menghanguskan yang bangunan digunakan sebagai pabrik, di Jalan Yos Sudarso, Medan, Selasa (27/1/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kebakaran hebat melanda pabrik karet di kawasan Jl Yos Sudarso, Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Selasa (27/1/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Api berkobar dahsyat dan mengejutkan warga yang berada di sekitar pabrik karet yang memproduksi sandal merek Swallow tersebut.

Gumpalan asap berwarna kehitaman juga tampak membubung tinggi di udara.  

Warga yang tinggal tak jauh dari lokasi pabrik tampak panik.

Warga berduyun-duyun ke luar rumah menyaksikan kobaran api yang membubung tinggi.

Hingga berita ini ditayangkan Selasa malam pukul 22.50 WIB, api masih berkobar.

Informasi yang dihimpun, lokasi kebakaran merupakan pabrik karet PT Garuda Mas Perkasa yang memproduksi sandal Swallow.

 

Baca juga: Kebakaran di Yos Sudarso Medan, Ledakan Berkali-kali dari Pabrik Sandal Warga Panik Ketakutan

Sejarah PT Garuda Mas Perkasa (GMP)

PT Garuda Mas Perkasa (GMP) dimulai sebagai UD Garuda Mas Perkasa pada 1973 di Tanjung Mulia, Medan, Sumatera Utara, dan resmi menjadi perseroan terbatas (PT) pada 1984.

Perusahaan ini didirikan oleh Agut Djaja bersama tiga putranya: Akila Anggono, Eliah Anggono, dan Alexander Effendy.

PT Garuda mas Perkasa memproduksi sandal dengan merek awal Swan dan Maruzen sebelum fokus pada Swallow sejak 1976.

Pada 1973, mereka terinspirasi sandal karet ala Jepang pasca-Perang Dunia II dan mulai produksi kecil-kecilan di Medan.

Ekspansi ke Jakarta dilakukan pada 1982 oleh Alexander Effendy dan Eliah Anggono, diikuti peresmian pabrik pada 1987 oleh Menteri Perindustrian Hartarto dan Menteri Tenaga Kerja Sudomo.

Pada 1990, Akila Anggono membuka cabang di Surabaya, sementara Alexander Effendy memimpin sebagai Direktur Utama di Medan hingga kini.

Swallow menjadi merek utama GMP, terbuat dari 100 persen karet alami berkualitas internasional, dan kini dikenal sebagai "sandal sejuta umat" terbesar di Indonesia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved