Medan Terkini

Akun Tiktok Takdir Hidup, Jejaring Penghubung antara Sindikat Perdagangan Bayi di Medan

Dengan mengandalkan perkembangan teknologi, para pelaku sindikat perdagangan bayi di Kota Medan saling terhubung.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
SINDIKAT PERDAGANGAN BAYI - Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak (memegang mic), memaparkan pengungkapan kasus perdagangan bayi di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Kamis (15/1/2026). Dalam kasus ini, pelaku utama bermodus menawarkan adopsi bayi kepada targetnya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dengan mengandalkan perkembangan teknologi, para pelaku sindikat perdagangan bayi di Kota Medan saling terhubung.

Dalam kasus yang diungkap pada Sabtu (13/12/2025) lalu ini, sebanyak sembilan orang telah ditetapkan oleh Polrestabes Medan sebagai tersangka. 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan yang menjadi perhatian dalam kasus ini, para pelaku saling terhubung bermula dari media sosial dengan nama "Takdir Hidup". Dimana, akun media sosial tiktok ini jadikan jejaring untuk penjual dan pembeli saling terhubung satu sama lain. 

"Ini sangat unik, karena perdagangannya melalui sosial media. Dimana media sosial itu dibranding adopsi anak, dengan nama akun Takdir Hidup," ujar Calvijn, Kamis (15/1/2026) petang. 

Saat dicari, akun media sosial tiktok yang selama ini dikelola oleh HT yang merupakan asisten dari HD terpantau memiliki 1.085 pengikut. Dalam unggahannya, terdapat satu foto bayi yang dalam fotonya bertuliskan "dicari yang mau adopsi, yang serius aja lokasi Sumut".

Foto yang diunggah pada tanggal 5 Desember 2025 ini, cukup banyak direspon oleh pemilik akun lainnya. Dimana, dari 353 akun yang memberikan komentar semua menanggapi memiliki niatan untuk mengadopsi bayi dalam foto tersebut. 

Dijelaskan Calvijn, akun media sosial tersebut pertama kali diminta oleh HD kepada asistennya yaitu HT untuk dibuatkan dengan branding adopsi. Dimana, hal tersebut dilakukan karena HD yang sudah sejak awal memiliki niatan ini mengalami kendala untuk menyosialisasikan dugaan perdagangan bayi dengan modus adopsi ini. 

"Karena memiliki kendala di sosialisasinya, HD meminta asistennya yaitu HT membuat akun media sosial. Dari situlah mereka semua bertemu baik orangtua yang menawarkan anaknya, maupun pembeli yang akan menerima bayi dari HD," ungkapnya. 

Dari pengembangan yang dilakukan, Calvijn menjelaskan setelah adanya orangtua yang menawarkan anaknya maupun calon pembeli menghubungi mereka dari media sosial tersebut, selanjutnya ditindaklanjuti dengan lebih intens melalui whatsapp. Dalam penyelidikan lanjutan, tim penyidik menemukan sejumlah alat bukti seperti komunikasi yang dilakukan perihal transaksi ini dari whatsapp pelaku.

(mns/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved