Medan Terkini
Warga Keluhkan Jembatan Gantung di Kota Bangun Medan Rusak Diterjang Banjir, Begini Kata Wali Kota
Warga mengeluhkan kondisi jembatan gantung Kota Bangun yang rusak karena perannya sangat penting.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUNMEDAN.com, MEDAN – Warga mengeluhkan kondisi jembatan gantung Kota Bangun yang rusak karena perannya sangat penting.
Merespons itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau kondisi jembatan gantung di Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli itu
Rico melihat langsung, jembatan memang rusak parah. Kondisi semakin memprihatinkan akibat diterjang banjir besar beberapa waktu lalu pada 27-30 November 2025 lalu.
Peninjauan dilakukan Rico Waas pada Selasa (16/12/2025), menyusul laporan warga terkait kondisi jembatan yang dinilai sudah sangat membahayakan untuk dilalui.
Di tengah rintik hujan, Rico Waas didampingi anggota DPRD Kota Medan dr Faisal Arbie melihat langsung kondisi jembatan yang mengalami kerusakan serius pada bagian struktur penahannya.
“Saya malam-malam dapat laporan dari masyarakat. Saya minta kewilayahan cek langsung, dan saya langsung ke sini. Ternyata kondisinya memang sudah tidak bisa dipakai,” kata Rico Waas di lokasi.
Mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital warga untuk beraktivitas sehari-hari, Rico Waas langsung menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk melakukan langkah cepat berupa tindakan preventif.
“Kita lakukan penguatan sementara dengan pengecoran supaya tidak makin roboh dan tidak membahayakan warga,” ujarnya.
Rico Waas menjelaskan, penguatan sementara akan mulai dilakukan keesokan harinya sambil menunggu persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk perbaikan secara menyeluruh.
“Mudah-mudahan tahun 2026 perbaikan totalnya bisa kita lakukan,” ucapnya.
Selain meninjau jembatan, Wali Kota Medan juga mendengarkan aspirasi warga terkait permasalahan drainase di kawasan tersebut. Rico Waas menegaskan penanganan drainase harus dipetakan dengan matang agar tidak menimbulkan persoalan baru di wilayah lain.
“Penanganan drainase harus kita petakan dengan baik. Cara kerja aliran air juga harus dipahami, supaya tidak menimbulkan konflik dengan daerah lain. Nanti kita kerjakan bersama-sama,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Gibson Panjaitan mengatakan, perbaikan permanen jembatan gantung Kota Bangun telah direncanakan dan akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Namun, mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat, sesuai arahan Wali Kota Medan, penguatan sementara akan segera dilakukan.
“Besok kita lakukan pengecoran untuk penguatan sementara. Ini agar warga tetap bisa beraktivitas dengan aman sambil menunggu perbaikan total tahun depan,” jelas Gibson.
| Jalan Penghubung Toba-Labura akan Dibangun Pemprov Sumut Tahun Ini, Anggarannya Rp 91,8 M |
|
|---|
| Bank Sumut Fasilitasi 1.661 Calon Jemaah lewat Manasik Haji Akbar di Medan |
|
|---|
| PMPTSP Tetap Buka Kantor Meski WFH, Rasyid Ridho Pastikan Pelayanan Publik Berjalan Normal |
|
|---|
| Trotoar Medan Banyak Rusak, Wali Kota Rico Waas Sentil Kinerja Dinas: Jangan Asal Bangun |
|
|---|
| Mahasiswa Unimed Tewas akibat Kecelakaan Beruntun di Citraland, Enam Lainnya Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jembatan-gantung-Kota-Bangun-rusak-parah-diterjang-banjir_1.jpg)