Tari Artika Tarigan, Pilih Menata Hidup Lewat Usaha Rumahan
ia mencoba menata ulang hidupnya melalui usaha rumahan yang kini menjadi ruang bertahan sekaligus tempatnya memulihkan semangat.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Meski begitu, menjalankan usaha sambil hidup dengan penyakit autoimun dan lupus tentu bukan hal mudah.
Ada hari-hari ketika Tata sedang semangat menerima banyak pesanan, tetapi tubuhnya justru mulai melemah dan memaksanya berhenti.
“Kadang pas lagi semangat-semangatnya, eh jadwal transfusi datang. Lagi banyak orderan malah harus rem biar enggak terlalu capek karena kondisi mulai drop,” katanya.
Meski dijalankan dari rumah dengan sederhana, usaha itu perlahan menjadi tempat Tata membangun kembali rasa percaya dirinya setelah sempat kehilangan arah akibat penyakit yang dideritanya.
Selain menjalankan usaha rumahan, Tata juga aktif membagikan pengalamannya sebagai penyintas anemia aplastik melalui media sosial. Baginya, penyakit tersebut masih cukup asing dan dianggap langka oleh banyak orang.
Melalui media sosial, Tata kerap berbagi cerita tentang obat-obatan yang dikonsumsinya, proses transfusi darah, hingga bagaimana menghadapi gejala-gejala yang muncul akibat penyakit autoimun.
Ia berharap pengalaman pribadinya dapat membantu penyintas lain yang mungkin sedang merasa sendirian menghadapi penyakit serupa.
Bagi Tata, menjaga kondisi mental juga menjadi bagian penting dalam proses pengobatan pasien autoimun. Sebab, stres dan pikiran yang tidak tenang bisa memengaruhi kondisi tubuh.
“Kalau kami stress atau terlalu capek, biasanya badan langsung drop,” ujarnya.
Karena itu, ia kini mulai belajar lebih mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi terlalu memaksakan keadaan. Jika dulu ia terlalu memikirkan perasaan orang lain, kini ia mulai belajar memberi ruang untuk dirinya sendiri.
“Dulu aku paling enggak bisa nolak permintaan orang lain walau pun sebenarnya hampir enggak mampu. Sekarang aku lebih peduli sama perasaan aku. Bukan egois, tapi lagi belajar menghargai diri sendiri,” katanya.
Tata mengatakan, menerima penyakit bukan berarti menyerah. Justru dengan menerima kondisi tersebut, ia merasa hidup menjadi lebih ringan untuk dijalani.
“Awal diagnosis itu perjuangan paling berat. Pertanyaan ‘kenapa harus aku ya Allah?’ sering muncul. Tapi jawabannya cuma satu, karena kita kuat makanya Allah pilih kita,” lanjut Tata.
Di balik segala perjuangan itu, Tata mengaku bersyukur memiliki keluarga yang selalu hadir membantunya.
Saat kontrol ke rumah sakit, orangtuanya siap menjaga anaknya. Jika orangtua berhalangan, kakak iparnya akan menggantikan. Ketika harus rawat inap, adik-adiknya juga selalu datang membantu menyiapkan kebutuhan.
| Gara-gara Sering Jajan di Luar, Wanita Ini Syok Divonis Idap Autoimun, Mulanya Muncul Bercak Merah |
|
|---|
| VIRAL Curhat Wanita Divonis Idap Autoimun Gara-gara Sering Jajan di Luar: Pola Makanku Gak Bergizi |
|
|---|
| 4 Jenis Makanan yang Dianjurkan Dikonsumsi Penderita Autoimun |
|
|---|
| Muka Artis Cantik ini Memerah & Divonis Sakit Autoimun, Hobi Suntik dan Minum Vitamin Pemutih Kulit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tari-Artika-Tarigan.jpg)