Memiliki Citarasa Manis Ringan, Kurma Ini Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa konsumsi kurma tetap harus dibatasi, terutama bagi penderita diabetes.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
MENU RAMADAN - Owner Syurga Kurma, Susanto, memperlihatkan buah kurma di Toko Syurga Kurma, Jalan Williem Iskandar Nomor 235, Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Penjualan kurma pada awal Ramadan tahun ini disebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kurma menjadi salah satu menu ‘wajib’ saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Namun, bagi penderita diabetes, memilih jenis kurma yang tepat menjadi hal penting agar kadar gula tetap terkontrol saat menjalani ibadah puasa.

Owner Syurga Kurma, Susanto, mengatakan, tidak semua kurma memiliki tingkat kemanisan yang sama. Karena itu, penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi kurma selama memilih jenis yang tepat dan dalam batas konsumsi wajar.

“Ada kurma yang manisnya tidak terlalu tinggi, jadi masih nyaman di lidah dan juga lebih ringan di lambung,” ujarnya saat ditemui di Toko Syurga Kurma, Jalan Williem Iskandar Nomor 235, Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Menurutnya, beberapa jenis kurma memiliki rasa yang tidak terlalu manis dibanding jenis lainnya, sehingga lebih direkomendasikan bagi penderita diabetes.

Baca juga: Bikin Nagih, Inilah Resep Ketan Susu Kurma Creamy Menu Buka Puasa Ramadan

Salah satunya adalah kurma Rutab, yaitu kurma yang dipanen saat matang muda dan biasanya disimpan dalam kondisi dingin. Kurma ini memiliki rasa manis yang lebih ringan dibanding kurma kering pada umumnya.

Selain Rutab, kurma Ajwa juga menjadi pilihan karena tingkat kemanisannya tidak terlalu kuat. Kurma yang dikenal sebagai kurma favorit Nabi ini memiliki rasa yang lebih seimbang dan tidak terlalu tajam di lidah.

Jenis lainnya adalah kurma Tunisia bertangkai yang juga memiliki rasa manis ringan sehingga kerap direkomendasikan bagi konsumen yang ingin menghindari rasa terlalu manis.

Sebaliknya, Susanto menyebut kurma Sukari termasuk jenis kurma dengan tingkat kemanisan tinggi karena memiliki rasa menyerupai karamel dan tekstur yang lembut. Kurma jenis ini umumnya lebih disukai oleh masyarakat yang menyukai rasa manis kuat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa konsumsi kurma tetap harus dibatasi, terutama bagi penderita diabetes.

“Yang penting tetap konsumsi dalam batas wajar. Pilih yang manisnya lebih ringan,” katanya.

Selain memilih jenis kurma, waktu konsumsi juga perlu diperhatikan. Kurma umumnya dikonsumsi saat berbuka puasa untuk membantu mengembalikan energi secara cepat setelah seharian berpuasa.

Dengan semakin banyaknya pilihan jenis kurma di pasaran, masyarakat, termasuk penderita diabetes, tetap dapat menikmati tradisi berbuka puasa dengan kurma selama memilih jenis yang tepat dan mengatur jumlah konsumsi secara bijak.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved