Lima Masjid Sediakan Menu Berbuka Puasa Gratis, Menu Khas mulai Bubur Sup Pedas hingga Nasi Birani

Beberapa masjid bahkan sudah dikenal luas masyarakat karena konsistensinya menyediakan makanan berbuka gratis setiap tahun.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
JELANG RAMADAN – Suasana halaman Masjid Raya Al Mashun, Medan, terlihat tenang menjelang waktu berbuka puasa. Masjid bersejarah ini setiap Ramadan rutin menyediakan bubur sup pedas khas Melayu untuk jamaah dan masyarakat umum. 

TRIBUN–MEDAN.com, MEDAN - Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, sejumlah masjid di Kota Medan mulai mempersiapkan tradisi penyediaan menu berbuka puasa gratis bagi jemaah dan masyarakat umum.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari budaya Ramadan yang sudah berlangsung turun-temurun di Kota Medan.

Mulai dari bubur pedas khas Melayu, bubur sop India, hingga menu khas Aceh seperti Kuah Beulangong dan Bubur Kanji, menjadi hidangan andalan yang selalu dinantikan masyarakat setiap Ramadan.

Beberapa masjid bahkan sudah dikenal luas masyarakat karena konsistensinya menyediakan makanan berbuka gratis setiap tahun.

Masjid Raya Al Mashun dikenal dengan ikon Bubur Sup Pedas Ramadan. Setiap bulan Ramadan, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi kuliner spiritual bagi masyarakat.

Salah satu hidangan yang paling dinantikan adalah Bubur Sup Pedas, makanan khas yang hanya disajikan selama Ramadan.

Baca juga: Resep Es Campur Lemon, Varian Baru Minuman Segar untuk Buka Puasa

Pengurus Masjid Raya Al Mashun, Hamdan, mengatakan, bubur sup ini menjadi ikon Ramadan karena proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional menggunakan tungku dan kancah tembaga raksasa.
Dalam sehari, pengurus masjid menyiapkan sekitar 1.000 porsi bubur sup yang disajikan mulai hari pertama hingga hari ke-27 Ramadan.

Proses memasak dimulai menjelang Zuhur menggunakan sekitar 30 kilogram beras, 10 kilogram daging, serta tambahan sayuran seperti kentang dan wortel. Bubur kemudian siap dibagikan setelah salat Ashar.

Antusiasme masyarakat terhadap bubur sup khas Masjid Raya Al Mashun selalu tinggi, bahkan banyak pengunjung datang dari luar Kota Medan untuk mencicipi menu khas Ramadan tersebut.

Masjid Aceh Sepakat Medan juga setiap tahun menyuguhkan menu berbuka puasa khas Aceh setiap Ramadan, yakni Kuah Beulangong dan Bubur Kanji. Menu ini biasanya mulai disiapkan sejak hari ketiga Ramadan hingga akhir bulan suci.

Setiap harinya, pengurus masjid menyiapkan sekitar 600 hingga 1.000 porsi menu berbuka. Bubur Kanji dimasak menggunakan sekitar 32 kilogram beras per hari, sementara Kuah Beulangong diolah menggunakan sekitar 60 kilogram daging.

Penanggungjawab konsumsi berbuka puasa Masjid Aceh Sepakat, Lukman Sulaiman mengatakan, menu ini merupakan bagian dari upaya mempertahankan budaya kuliner Aceh sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Masjid Ghaudiyah di Jalan Zainul Arifin, Kampung Madras, Medan, juga selalu menyediakan menu berbuka puasa khas India setiap Ramadan. Menu khas yang paling dinantikan adalah bubur sup India, serta hidangan tambahan seperti nasi briani, cha, dan dalca.

Ketua Yayasan India Muslim Sumatera Utara, Sidik Salleh, mengatakan dalam sehari pembuatan bubur sup mencapai sekitar 30 kilogram yang kemudian dibagikan ke tiga masjid, termasuk Masjid Ghaudiyah dan Masjid Jami Kebun Bunga.

“Setiap harinya, hampir 600 porsi menu berbuka disediakan. Khusus hari Minggu, jamaah juga dapat menikmati tambahan menu nasi briani,” jelasnya.

Masjid Jamik Kebun Bunga yang juga berada di bawah naungan Yayasan India Muslim Sumatera Utara turut menjadi lokasi pembagian menu berbuka puasa khas India.

Menu bubur sup India disalurkan bersamaan dengan produksi dari dapur pusat yayasan, sehingga jamaah di masjid ini juga dapat menikmati menu khas tersebut setiap Ramadan.

Tradisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi bagian dari identitas komunitas India Muslim di Kota Medan.

Masjid Al Jihad juga dikenal aktif menggelar kegiatan sosial selama Ramadan, termasuk kegiatan berbagi makanan berbuka puasa bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Tradisi penyediaan makanan berbuka puasa gratis di masjid-masjid Medan menjadi bukti kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.

Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarjamaah selama bulan suci Ramadan.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved