Vihara hingga Kawasan Pecinan Jadi Tujuan Warga, Dapat Diakses Masyarakat Umum
Cemara Asri. Selain itu, kawasan Jalan Asia serta sejumlah pusat perbelanjaan besar di Medan juga bersiap menyambut perayaan Imlek
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, sejumlah lokasi di Kota Medan mulai dipenuhi dekorasi dan persiapan rangkaian kegiatan budaya.
Mulai dari vihara, kawasan pecinan, hingga pusat perbelanjaan, menjadi titik kemeriahan yang dapat diakses masyarakat umum.
Salah satu pusat kegiatan berada di Vihara Maitreya, Cemara Asri. Selain itu, kawasan Jalan Asia serta sejumlah pusat perbelanjaan besar di Medan juga bersiap menyambut perayaan Imlek dengan berbagai dekorasi dan kegiatan hiburan.
Persiapan perayaan Imlek di Vihara Maitreya terus dimatangkan. Hingga awal Februari 2026, progres persiapan disebut telah mencapai sekitar 50 persen.
Pengurus vihara, Dicky, mengatakan berbagai persiapan teknis mulai dilakukan, mulai dari pemasangan lampion, dekorasi, hingga pembersihan area vihara.
“Untuk tahun ini persiapannya mungkin sudah sekitar 50 persen. Jadi kita sudah mulai pasang lampion, pasang dekor, bersih-bersih vihara, semua sudah mulai dilakukan. Mungkin sebelum hari H sudah rampung,” ujarnya, Selasa (3/2/202).
Baca juga: Pertahankan Resep Warisan Kue Bakul di Medan Ini Selalu Diburu Jelang Imlek, Target Produksi 900 Kg
Ia menjelaskan, perayaan Imlek tahun ini akan menghadirkan rangkaian kegiatan yang lebih beragam dibandingkan tahun sebelumnya. Panitia menyiapkan agenda kegiatan setiap akhir pekan selama masa perayaan Imlek berlangsung.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 21 Februari, 22 Februari, 28 Februari, 1 Maret, dan puncak acara pada 3 Maret 2026, menyesuaikan masa perayaan Imlek selama 15 hari.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, akan digelar pentas seni yang melibatkan tim kesenian internal vihara serta partisipasi masyarakat umum.
“Setiap weekend kita akan ada pentas seni, kesenian, dari tim vihara dan juga masyarakat umum,” katanya.
Pada tiga hari pertama perayaan, area vihara diprioritaskan untuk umat yang ingin beribadah. Setelah itu, lokasi akan dibuka lebih luas bagi masyarakat umum dan wisatawan.
“Memang hari pertama sampai hari ketiga kita buka khusus umat untuk beribadah terlebih dahulu. Setelah itu baru dibuka untuk masyarakat umum dan wisatawan,” jelasnya.
Selain itu, tahun ini panitia juga menghadirkan program kartu harapan. Pengunjung dapat menuliskan doa dan harapan, dengan tema besar doa untuk perdamaian dunia.
Secara filosofi, Tahun Kuda Api dimaknai sebagai semangat untuk meraih keberhasilan dan kemakmuran.
“Harapannya di tahun kuda ini kita semua bisa segera mencapai keberhasilan, kemakmuran, dan semoga Indonesia semakin harmonis,” pungkasnya.
| Libur Cuti Bersama dan Imlek, Tol Kisaran Alami Peningkatan Volume Kendaraan |
|
|---|
| Arus Penyeberangan ke Samosir Melonjak sejak H-2 Imlek, PT ASDP Tambah Jam Operasional |
|
|---|
| Pengamanan Humanis Brimob Polda Sumut Warnai Perayaan Imlek 2026 di Gunungsitoli |
|
|---|
| Ciptakan Imlek Damai dan Kondusif di Batubara, Polsek Labuhanruku Gelar Pengamanan Ketat di Vihara |
|
|---|
| Momentum Perantau Kisaran Pulang Kampung saat Imlek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/JELANG-IMLEK-Suasana-Vihara-M.jpg)