Perencanaan Promotor Dinilai Lemah Picu Sederetan Konser Musik Batal Digelar Jadi Sorotan

Fenomena ini dinilai dapat berdampak pada kepercayaan publik serta citra Kota Medan sebagai kota metropolitan dan kota tujuan event.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
KONSER MEDAN - Suasana salah satu konser musik di Kota Medan. Belakangan, maraknya pembatalan konser di Medan menjadi sorotan dan dinilai berdampak pada kepercayaan publik serta citra kota sebagai kota metropolitan. 

Sementara itu, Kurator Seni Pertunjukan Medan, Ojax Manalu, menilai, maraknya pembatalan konser menunjukkan lemahnya perencanaan dari pihak penyelenggara.

“Iya, aku rasa pada lebih ke perencanaannya yang tidak matang. Apakah di internal atau eksternal. Karena dalam menghadirkan sebuah kegiatan, planning rencana menjadi utama,” ujar Ojax.

Ia menilai, banyak penyelenggara yang memiliki semangat besar untuk menggelar acara, namun belum didukung pengalaman yang cukup.

“Mungkin satu sisi mereka ini ingin membuat kegiatan tapi belum punya pengalaman banyak,” katanya.
Menurut Ojax, peran pemerintah daerah, khususnya instansi yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif, sangat penting dalam penguatan kapasitas promotor muda.

“Sebenarnya penting stakeholder pemerintah yang membidangi, mungkin Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengambil bagian dalam hal penguatan kapasitas promotor-promotor muda atau perdana. Agar mereka punya pengetahuan dari promotor yang sudah melalang buana, supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” jelasnya.
Ia menilai, pembatalan konser menjadi kerugian besar bagi ekosistem seni dan hiburan di Medan.

“Sayang sekali, sebagai Kota Metropolitan dan dekat dengan kawasan ASEAN, Medan justru sangat perlu kegiatan-kegiatan seperti itu,” pungkasnya.

Umumkan Mekanisme Refund


Gelaran Gianta Fest yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Februari 2026 resmi dibatalkan. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh promotor Gianta Fest melalui pernyataan resmi yang dirilis di media sosial.

Promotor Gianta Fest, Bima Dana Kusuma, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan diambil setelah melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor, baik internal mau pun eksternal.

Langkah ini disebut dilakukan demi menjaga kualitas acara serta sebagai bentuk tanggung jawab kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Dengan berat hati kami menyampaikan bahwa Gianta Fest yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Februari 2026 dibatalkan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh atas berbagai faktor internal dan eksternal,” ujar Bima Dana Kusuma dalam pernyataan resminya.

Pihak promotor juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, sekaligus mengucapkan terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan antusiasme masyarakat terhadap Gianta Fest.

Terkait pengembalian dana, Bima Dana Kusuma menegaskan bahwa seluruh proses refund tiket dan tenant sepenuhnya menjadi tanggung jawab Gianta Fest, bukan tanggung jawab tim individu mau pun pihak ketiga lainnya, termasuk platform penjualan tiket.

Promotor turut memaparkan mekanisme refund yang akan diberlakukan. Refund hanya berlaku untuk tiket berbayar dan tenant UMKM, sementara tiket gratis, undangan, atau giveaway tidak termasuk dalam proses pengembalian dana.

Pemegang tiket diwajibkan mengajukan permohonan refund melalui link resmi yang tersedia di bio Instagram Gianta Fest.

“Sekali lagi kami memohon maaf atas situasi ini dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pihak,” tutup.

 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved