Breaking News

Mengenal Budaya Dunia lewat Festival English, SMP Plus Jabal Rahmah Gelar Event Tahunan

Setiap kelas mewakili negara yang berbeda sehingga menampilkan konsep budaya yang beragam.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
FESTIVAL PELAJAR- Sejumlah siswa tampil mengenakan kostum khas berbagai negara saat English Festival, menampilkan keberagaman budaya dunia melalui parade dan pertunjukan seni di SMP Plus Jabal Rahmah Sunggal, Sabtu (24/1/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - SMP Plus Jabal Rahmah Mulia Sunggal menggelar The 3rd English Festival 2026 sebagai ajang apresiasi dan pengembangan kemampuan Bahasa Inggris siswa, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan tahunan ini mengusung tema ‘Culture Across the World, Unity in Diversity’ yang melibatkan ratusan peserta, termasuk dari sekolah eksternal.

Kepala Sekolah SMP Jabal Rahmah Mulia Medan, Muhammad Erwinsyah, menyampaikan, English Festival merupakan wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus mengenal keberagaman budaya dunia.

“Kegiatan ini sudah berjalan selama tiga tahun terakhir dan menjadi momen penting bagi anak-anak untuk menampilkan hasil pembelajaran Bahasa Inggris mereka, khususnya dalam bentuk pertunjukan budaya dan public speaking,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada pelaksanaan tahun ketiga ini, pihak sekolah mulai melibatkan sekolah lain. Sekitar 200 siswa dari berbagai sekolah turut ambil bagian dalam rangkaian English Competition yang digelar.

“Pada event pertama dan kedua belum melibatkan eksternal. Tahun ini kami mulai membuka partisipasi sekolah lain. Ke depan, insya Allah festival ini akan dikembangkan di tingkat yayasan dengan melibatkan seluruh unit pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP,” katanya.

Baca juga: Kampung Inggris Medan – Alternatif Pembelajaran Bahasa Inggris yang Lebih Relevan

Sementara itu, Koordinator Bahasa Inggris yang juga Ketua Panitia English Festival, Ustad Andi Setiawan, menjelaskan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak lebih dari tiga bulan lalu.

Setiap kelas mewakili negara yang berbeda sehingga menampilkan konsep budaya yang beragam.

“Setiap kelas mewakili satu negara dan dibimbing langsung oleh guru masing-masing. Guru wali kelas dan guru mata pelajaran sangat aktif mendampingi anak-anak agar acara ini berjalan maksimal,” ujarnya.

Dalam festival tersebut, siswa menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari opening attraction, tarian pembuka, drama, paduan suara, vocal group, hingga penampilan bernyanyi bersama pada sesi penutup.

Selain pentas seni, panitia juga menggelar empat perlombaan, yakni storytelling tingkat SD, pidato bahasa Inggris tingkat SMP, serta Olimpiade Bahasa Inggris untuk tingkat SD dan SMP.

Ustad Andi menuturkan, antusiasme siswa terlihat jelas dari kostum unik yang dikenakan sesuai negara masing-masing.

“Anak-anak sangat menikmati acara ini. Ditambah dengan adanya bazar, suasana festival menjadi semakin hidup,” katanya.

Ia menegaskan bahwa festival ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga sarat nilai edukatif. Setiap siswa diwajibkan memahami negara yang mereka wakili, mulai dari bahasa, budaya, hingga makanan khas.

“Anak-anak tidak hanya tampil, tetapi juga belajar mengenal negara pilihannya. Jadi ini bukan sekadar festival, melainkan pembelajaran yang menyenangkan,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved