Sonya Lalla Saragih, Energi Tak Terbatas untuk Bahasa dan Generasi Muda

“Kondisi itu membentuk saya menjadi pribadi yang toleran, mudah beradaptasi, dan menghargai perbedaan,” tuturnya.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
IST
Sonya Lalla Saragih, Terbaik I Duta Bahasa Sumatera Utara 2025, tampil anggun mengenakan selempang kehormatan saat sesi pemotretan resmi. Sosok muda berenergi yang aktif menggaungkan literasi dan pelestarian bahasa di kalangan generasi muda. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Semangat, konsistensi, dan keberanian untuk terus belajar menjadi benang merah perjalanan Sonya Lalla Saragih, mahasiswi Universitas Negeri Medan yang sukses menorehkan prestasi di ajang kebahasaan tingkat nasional.

Perempuan kelahiran Medan, 3 Oktober 2006 ini dikenal sebagai sosok komunikatif, bertanggung jawab, dan memiliki kepekaan sosial tinggi.

Di lingkungan kampus, Sonya bahkan mendapat julukan unik sebagai ‘manusia dengan energi tak terbatas’, karena aktivitasnya yang nyaris tak pernah surut sejak pagi hingga sore hari.

“Setiap pengalaman, baik keberhasilan mau pun kegagalan, adalah bagian penting dari pembentukan karakter,” ujar Sonya.

Tumbuh di Kota Medan yang multikultural, Sonya terbiasa hidup di tengah perbedaan. Latar belakang keluarga dengan dua suku berbeda membuatnya sejak kecil akrab dengan keberagaman bahasa dan budaya.

“Kondisi itu membentuk saya menjadi pribadi yang toleran, mudah beradaptasi, dan menghargai perbedaan,” tuturnya.

Baca juga: Rico Waas Ajak ISLAH Bangun Medan dengan Generasi Muda Pecinta Al-Quran

Nilai keagamaan juga menjadi fondasi kuat dalam hidupnya. Keluarga menanamkan keyakinan agar selalu mengandalkan Tuhan dan berpegang teguh pada iman dalam menghadapi berbagai tantangan.

Masa SMA di SMA Negeri 21 Medan menjadi titik balik penting bagi Sonya. Ia mengaku dulu sangat pemalu dan kaku saat harus tampil di depan kelas.

“Namun saya mulai memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan guru dan tampil ke depan. Perlahan, itu melatih keberanian dan rasa percaya diri saya,” kenangnya.

Pengalaman tersebut membekali Sonya, tidak hanya secara akademik, tetapi juga mental dan kepercayaan diri.

Mengikuti jejak sang kakak, Sonya memilih melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Medan. Ia mengambil jurusan Manajemen, yang menurutnya selaras dengan minat pada kepemimpinan, pengelolaan organisasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Ilmu manajemen, kata Sonya, menjadi bekal strategis untuk berkontribusi di berbagai bidang, termasuk kebahasaan dan pendidikan.

Ia membagi waktu dengan perencanaan matang, disiplin, serta skala prioritas yang jelas antara kuliah, organisasi, dan kegiatan prestasi.

Seni sebagai Ruang Ekspresi

Sejak kecil, Sonya gemar menyanyi dan menggambar. Dua hobi ini bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan ruang ekspresi diri.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved